Indonesia pemilik IMF & World Bank
Kamis, 12 Juli 2012 - 19:18 WIB
Indonesia pemilik IMF & World Bank
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia tidak pantas lagi dikatakan hanya sebagai bagian dari International Monetary Fund (IMF) ataupun Bank Dunia. Karena Indonesia merupakan shareholder, dimana kata-kata yang pantas itu adalah pemilik IMF dan Bank Dunia.
"Indonesia itu adalah pemilik IMF dan World Bank. Jadi kita itu kalau disebut sebagai member country kayanya sudah tidak tepat," ujar Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (12/7/2012).
Kalau sebelumnya, menurut mantan Menteri Keuangan ini, orang menganggap IMF ataupun Bank Dunia memegang peranan penting dalam menentukan keputusan dan kebijakan, karena seiring dengan dominasi negara-negara di G7, maka kini pandangan tersebut bergeser.
"Sekarang G7-nya dalam krisis. Dan mereka posisinya dalam ekonomi dunia, juga menurun. Peranan mereka terhadap policy internasional dalam hal ini juga mungkin bukan sebagai contoh. Sehingga banyak negara lebih senang belajar dari sesama negara developing country," paparnya.
Maka dari itu, dirinya menambahkan, negara-negara seperti Uganda dan negara Latin Amerika lainnya lebih tertarik untuk belajar ke Asia. Hal itu secara fakta terlihat dalam pertemuan di Bali yang diikutinya sebelum ke Jakarta.
"Sekarang setelah mereka mengalami reformasi mereka pengen belajar dari Indonesia bagaimana menanganinya pada tahun 1997-1998," tambahnya.
"Mereka menganggap belajar dengan negara-negara terdekat itu lebih relevan. Nah ini menimbulkan dinamika yang berbeda, dan artinya negara berkembang termasuk Indonesia, Meksiko, Turki, China, India, itu memiliki perang yang aktif sebagai shareholder yang aktif jadi kita tidak hanya jadi peminjam dan menunggu policy dari lembaga seperti Bank Dunia, tapi kita mengarahkan Bank Dunia," lanjut Sri Mulyani.
Sebagai contoh, dia mengatakan jika Indonesia menginginkan Bank Dunia fokus pada Akses Keuangan (Financial Inclusion). Ketika hal tersebut sesuai, maka kebijakan tersebut dapat ditetapkan. Karena menurutnya, sebagai shareholder maka akan sangat berpengaruh opininya untuk dunia.
"Jadi arah kebijakan itu ditetapkan, itu situasi yang sangat-sangat menentukan saat ini," tandasnya.
"Indonesia itu adalah pemilik IMF dan World Bank. Jadi kita itu kalau disebut sebagai member country kayanya sudah tidak tepat," ujar Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (12/7/2012).
Kalau sebelumnya, menurut mantan Menteri Keuangan ini, orang menganggap IMF ataupun Bank Dunia memegang peranan penting dalam menentukan keputusan dan kebijakan, karena seiring dengan dominasi negara-negara di G7, maka kini pandangan tersebut bergeser.
"Sekarang G7-nya dalam krisis. Dan mereka posisinya dalam ekonomi dunia, juga menurun. Peranan mereka terhadap policy internasional dalam hal ini juga mungkin bukan sebagai contoh. Sehingga banyak negara lebih senang belajar dari sesama negara developing country," paparnya.
Maka dari itu, dirinya menambahkan, negara-negara seperti Uganda dan negara Latin Amerika lainnya lebih tertarik untuk belajar ke Asia. Hal itu secara fakta terlihat dalam pertemuan di Bali yang diikutinya sebelum ke Jakarta.
"Sekarang setelah mereka mengalami reformasi mereka pengen belajar dari Indonesia bagaimana menanganinya pada tahun 1997-1998," tambahnya.
"Mereka menganggap belajar dengan negara-negara terdekat itu lebih relevan. Nah ini menimbulkan dinamika yang berbeda, dan artinya negara berkembang termasuk Indonesia, Meksiko, Turki, China, India, itu memiliki perang yang aktif sebagai shareholder yang aktif jadi kita tidak hanya jadi peminjam dan menunggu policy dari lembaga seperti Bank Dunia, tapi kita mengarahkan Bank Dunia," lanjut Sri Mulyani.
Sebagai contoh, dia mengatakan jika Indonesia menginginkan Bank Dunia fokus pada Akses Keuangan (Financial Inclusion). Ketika hal tersebut sesuai, maka kebijakan tersebut dapat ditetapkan. Karena menurutnya, sebagai shareholder maka akan sangat berpengaruh opininya untuk dunia.
"Jadi arah kebijakan itu ditetapkan, itu situasi yang sangat-sangat menentukan saat ini," tandasnya.
(and)
Lihat Juga :