Astra Agro kembangkan industri hilir di Balikpapan
Senin, 16 Juli 2012 - 10:47 WIB
Astra Agro kembangkan industri hilir di Balikpapan
A
A
A
Sindonews.com - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), anak perusahaan PT Astra International Tbk (ASII), akan membangun pabrik untuk mengolah turunan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).
Hilirisasi tersebut diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah produk sawit. Rencananya, Balikpapan menjadi salah satu daerah yang potensial untuk dijadikan lokasi pabrik, selain Maloy yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai kawasan industri berbasis pertanian dan oleochemical.
Pabrik tersebut diperkirakan memerlukan luas lahan sekitar 15 hektare (ha) hingga 20 ha yang lokasinya berada dekat dengan pelabuhan yang cukup dalam. Tujuannya agar kapal berukuran besar bisa langsung bersandar di pelabuhan tersebut.
Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk Widya Wiryawan mengatakan, pihaknya fokus pada pencarian lahan definitif yang akan menjadi lokasi pembangunan pabrik tersebut.
“Yang penting arealnya dekat dengan pelabuhan yang cukup dalam, sehingga kapal besar bisa langsung bersandar. Kapal (besar) ini penting karena kalau menggunakan kapal berukuran kecil menjadi tidak efisien,” ujarnya seusai membuka acara Jelajahi Dunia Astra di Balikpapan, akhir pekan lalu.
Widya mengatakan, lokasi yang berjauhan dengan pelabuhan akan menambah biaya transportasi yang mahal. Namun, Widya belum bisa mengungkapkan nilai investasi yang diperlukan untuk membangun pabrik tersebut.
”Nantinya, investasi akan disesuaikan dengan luasan lahan dan kapasitas produksi pabrik yang akan dibangun tersebut,” katanya.
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menerangkan adanya potensi lokasi pelabuhan dengan kedalaman yang cukup untuk disandari kapal besar.
Sepanjang lokasi tersebut cukup strategis, bisa saja nantinya pabrik akan dibangun di lokasi tersebut. Balikpapan menjadi salah satu pilihan lokasi pabrik karena memiliki kelengkapan fasilitas seperti listrik.
”Tentunya, pabrik akan memerlukan kebutuhan listrik yang cukup untuk mengolah turunan CPO tersebut,” kata Rizal.
Hilirisasi tersebut diharapkan bisa meningkatkan nilai tambah produk sawit. Rencananya, Balikpapan menjadi salah satu daerah yang potensial untuk dijadikan lokasi pabrik, selain Maloy yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai kawasan industri berbasis pertanian dan oleochemical.
Pabrik tersebut diperkirakan memerlukan luas lahan sekitar 15 hektare (ha) hingga 20 ha yang lokasinya berada dekat dengan pelabuhan yang cukup dalam. Tujuannya agar kapal berukuran besar bisa langsung bersandar di pelabuhan tersebut.
Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk Widya Wiryawan mengatakan, pihaknya fokus pada pencarian lahan definitif yang akan menjadi lokasi pembangunan pabrik tersebut.
“Yang penting arealnya dekat dengan pelabuhan yang cukup dalam, sehingga kapal besar bisa langsung bersandar. Kapal (besar) ini penting karena kalau menggunakan kapal berukuran kecil menjadi tidak efisien,” ujarnya seusai membuka acara Jelajahi Dunia Astra di Balikpapan, akhir pekan lalu.
Widya mengatakan, lokasi yang berjauhan dengan pelabuhan akan menambah biaya transportasi yang mahal. Namun, Widya belum bisa mengungkapkan nilai investasi yang diperlukan untuk membangun pabrik tersebut.
”Nantinya, investasi akan disesuaikan dengan luasan lahan dan kapasitas produksi pabrik yang akan dibangun tersebut,” katanya.
Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menerangkan adanya potensi lokasi pelabuhan dengan kedalaman yang cukup untuk disandari kapal besar.
Sepanjang lokasi tersebut cukup strategis, bisa saja nantinya pabrik akan dibangun di lokasi tersebut. Balikpapan menjadi salah satu pilihan lokasi pabrik karena memiliki kelengkapan fasilitas seperti listrik.
”Tentunya, pabrik akan memerlukan kebutuhan listrik yang cukup untuk mengolah turunan CPO tersebut,” kata Rizal.
(gpr)
Lihat Juga :