Kestabilan harga sembako perlu diatur lembaga
Selasa, 17 Juli 2012 - 13:59 WIB
Kestabilan harga sembako perlu diatur lembaga
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pertanian, Suswono mengakui kelemahan dalam mengatur harga pasar dikarenakan tidak adanya lembaga yang secara khusus mendapat penugasan tersebut, kecuali beras yang sudah diatur Bulog.
Menurutnya, lembaga tersebut yang seharusnya berfungsi mengatasi ketika terjadinya kepanikan dan dapat melakukan operasi pasar.
"Persoalannya tidak ada lembaga yang punya penugasan seperti Bulog untuk melakukan operasi pasar. Sekarang kalau telur mahal, operasi pasarnya siapa yang mengerjakan dan ini diserahkan pada mekanisme pasar," ucapnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (17/6/2012).
Maka dari itu, lanjut Suswono, dengan kondisi menjelang Ramadan, dirinya hanya dapat mengimbau kepada para pelaku usaha untuk tidak memberatkan konsumen. Karena, hal tersebut menurutnya nanti juga akan merugikan pelaku usaha sendiri.
"Justru pada akhirnya dia akan rugi karena kalau dia tidak lepas dan menumpuk stok maka harga akan jatuh juga. Jadi ini yang sering terjadi kenaikan rutin, nanti pada minggu pertama kedua ini turun, dan menjelang lebaran naik lagi. Tapi setelah lebaran harga ayam dan telur itu jatuh lagi," jelasnya.
"Yang jelas untuk pakan ternak yang meguasai kan pedagang-pedagang yang memang tentu saja kita harapkan mereka tidak memanfaatkan untuk mengambil keuntungan," lanjut Suswono.
Menurutnya, lembaga tersebut yang seharusnya berfungsi mengatasi ketika terjadinya kepanikan dan dapat melakukan operasi pasar.
"Persoalannya tidak ada lembaga yang punya penugasan seperti Bulog untuk melakukan operasi pasar. Sekarang kalau telur mahal, operasi pasarnya siapa yang mengerjakan dan ini diserahkan pada mekanisme pasar," ucapnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (17/6/2012).
Maka dari itu, lanjut Suswono, dengan kondisi menjelang Ramadan, dirinya hanya dapat mengimbau kepada para pelaku usaha untuk tidak memberatkan konsumen. Karena, hal tersebut menurutnya nanti juga akan merugikan pelaku usaha sendiri.
"Justru pada akhirnya dia akan rugi karena kalau dia tidak lepas dan menumpuk stok maka harga akan jatuh juga. Jadi ini yang sering terjadi kenaikan rutin, nanti pada minggu pertama kedua ini turun, dan menjelang lebaran naik lagi. Tapi setelah lebaran harga ayam dan telur itu jatuh lagi," jelasnya.
"Yang jelas untuk pakan ternak yang meguasai kan pedagang-pedagang yang memang tentu saja kita harapkan mereka tidak memanfaatkan untuk mengambil keuntungan," lanjut Suswono.
(gpr)
Lihat Juga :