Pemerintah dipastikan impor daging sapi
Selasa, 17 Juli 2012 - 18:22 WIB
Pemerintah dipastikan impor daging sapi
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah memastikan akan melakukan impor daging sapi untuk mempersiapkan kebutuhan di bulan Ramadan dan Lebaran.
Hal tersebut diungkapkan setelah adanya rapat koordinasi antar kementerian di kantor Kemenko Perekonomian dimana sekaligus membahas persiapan Ramadan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa menuturkan, daging impor akan ditujukan untuk sektor industri makanan. Karena pada catatannya, ada kekurangan sebesar 7 ribu ton daging beku. Sedangkan untuk kebutuhan diluar itu, tetap mengkonsumsi daging yang berasal dari dalam negeri.
"Kalau daging itu daging industri karena kekurangan. Kalau yang lain (dagingnya) dalam negeri semua," ujar Hatta di kantornya, Jakarta, Selasa (17/7/2012).
Melihat harga daging yang semakin melonjak, Hatta menilai kondisi ini perlu dihadapi dengan serius. Maka dari itu perlu diamati dan dipantau dan distabilkan jika terjadi lonjakan harga yang signifikan.
Sebelum rapat berlangsung, Menteri Pertanian Suswono mengatakan, jika terjadi kekurangan daging beku untuk industri, maka akan mengambil jatah dari semester II. Rencana tersebut akan berdampak tidak perlunya dilakukan impor menjelang Ramadan ataupun Lebaran.
"Ini pun kalau nanti ada kekurangan, sementara jatah yang semester kedua bisa ditarik dulu untuk memenuhi. Jadi antisipasi ini sudah kita akan lakukan. Sekali lagi masyarakat tidak perlu panik, jika nanti dia panik nanti dimanfaatkan oleh para pedagang," pungkasnya.
Hal tersebut diungkapkan setelah adanya rapat koordinasi antar kementerian di kantor Kemenko Perekonomian dimana sekaligus membahas persiapan Ramadan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa menuturkan, daging impor akan ditujukan untuk sektor industri makanan. Karena pada catatannya, ada kekurangan sebesar 7 ribu ton daging beku. Sedangkan untuk kebutuhan diluar itu, tetap mengkonsumsi daging yang berasal dari dalam negeri.
"Kalau daging itu daging industri karena kekurangan. Kalau yang lain (dagingnya) dalam negeri semua," ujar Hatta di kantornya, Jakarta, Selasa (17/7/2012).
Melihat harga daging yang semakin melonjak, Hatta menilai kondisi ini perlu dihadapi dengan serius. Maka dari itu perlu diamati dan dipantau dan distabilkan jika terjadi lonjakan harga yang signifikan.
Sebelum rapat berlangsung, Menteri Pertanian Suswono mengatakan, jika terjadi kekurangan daging beku untuk industri, maka akan mengambil jatah dari semester II. Rencana tersebut akan berdampak tidak perlunya dilakukan impor menjelang Ramadan ataupun Lebaran.
"Ini pun kalau nanti ada kekurangan, sementara jatah yang semester kedua bisa ditarik dulu untuk memenuhi. Jadi antisipasi ini sudah kita akan lakukan. Sekali lagi masyarakat tidak perlu panik, jika nanti dia panik nanti dimanfaatkan oleh para pedagang," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :