Semester I/2012, BTPN bukukan laba Rp921 M
Rabu, 18 Juli 2012 - 10:55 WIB
Semester I/2012, BTPN bukukan laba Rp921 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mencatatkan laba bersih sebesar Rp921 miliar pada enam bulan pertama 2012 atau naik sekitar 53 persen dibandingkan periode yang sama di Juni 2011 sekitar Rp603 miliar.
Direktur Keuangan BTPN Arief Harris Tandjung menjelaskan, kinerja keuangan ini tidak terlepas dari kinerja penyaluran kredit, rendahnya rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL), perolehan dana pihak ketiga (DPK), maupun pengembangan program pemberdayaan mass market BTPN yang dikenal dengan nama ”Daya”.
Meskipun tidak menyampaikan detail mengenai pos-pos sumber pendapatan bunga bersih maupun pendapatan berbasis biaya (fee based income), Arief mengaku fee based income perseroan cenderung kecil.
Pasalnya, BTPN sendiri memang fokus pada segmen mass market atau mikro, tidak seperti bank lainnya yang memperoleh pos pendapatan fee basedari biaya transfer maupun transaksi tinggi.
Dari sisi kinerja, kata Arief, hingga semester I/2012 penyaluran kredit perseroan tercatat sebesar Rp34,4 triliun,tumbuh 28 persen dibandingkan periode Juni 2011 sebesar Rp26,8 triliun. Penyaluran kredit ini diimbangi rasio NPL sebesar 0,7 persen, atau turun 1 persen.
”Saya rasa pertumbuhan ini baik dan 28 persen ini setidaknya sama atau lebih tinggi sedikit dibandingkan industri,” ujarnya dalam press breafing tentang kinerja BTPN semester I/2012 di Jakarta, Selasa 17 Juli 2012.
Porsi penyaluran kredit, lanjutnya, seperempat atau sebesar 25 persen disalurkan kepada mikro, dan sisanya sebesar 75 persen kepada pensiun. Pinjaman yang diberikan kepada nasabah ini sebagian besar disalurkan kepada sektor perdagangan atau usaha kecil.
Direktur Kepatuhan BTPN, Anika Faisal menambahkan, perseroan sebetulnya telah menerima izin obligasi berkelanjutan dari Bapepam-LK, melalui mekanisme self registration sehingga proses penerbitan obligasi dinilai jadi lebih mudah.
Sebelumnya perseroan sudah menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar, yang merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan bernilai Rp2,5 triliun.
Direktur Keuangan BTPN Arief Harris Tandjung menjelaskan, kinerja keuangan ini tidak terlepas dari kinerja penyaluran kredit, rendahnya rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL), perolehan dana pihak ketiga (DPK), maupun pengembangan program pemberdayaan mass market BTPN yang dikenal dengan nama ”Daya”.
Meskipun tidak menyampaikan detail mengenai pos-pos sumber pendapatan bunga bersih maupun pendapatan berbasis biaya (fee based income), Arief mengaku fee based income perseroan cenderung kecil.
Pasalnya, BTPN sendiri memang fokus pada segmen mass market atau mikro, tidak seperti bank lainnya yang memperoleh pos pendapatan fee basedari biaya transfer maupun transaksi tinggi.
Dari sisi kinerja, kata Arief, hingga semester I/2012 penyaluran kredit perseroan tercatat sebesar Rp34,4 triliun,tumbuh 28 persen dibandingkan periode Juni 2011 sebesar Rp26,8 triliun. Penyaluran kredit ini diimbangi rasio NPL sebesar 0,7 persen, atau turun 1 persen.
”Saya rasa pertumbuhan ini baik dan 28 persen ini setidaknya sama atau lebih tinggi sedikit dibandingkan industri,” ujarnya dalam press breafing tentang kinerja BTPN semester I/2012 di Jakarta, Selasa 17 Juli 2012.
Porsi penyaluran kredit, lanjutnya, seperempat atau sebesar 25 persen disalurkan kepada mikro, dan sisanya sebesar 75 persen kepada pensiun. Pinjaman yang diberikan kepada nasabah ini sebagian besar disalurkan kepada sektor perdagangan atau usaha kecil.
Direktur Kepatuhan BTPN, Anika Faisal menambahkan, perseroan sebetulnya telah menerima izin obligasi berkelanjutan dari Bapepam-LK, melalui mekanisme self registration sehingga proses penerbitan obligasi dinilai jadi lebih mudah.
Sebelumnya perseroan sudah menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar, yang merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan bernilai Rp2,5 triliun.
(gpr)
Lihat Juga :