5.704 koperasi di Jateng mati suri
Rabu, 18 Juli 2012 - 17:56 WIB
5.704 koperasi di Jateng mati suri
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 5.704 koperasi dari 26.300 unit yang ada di Jawa Tengah (Jateng) dinyatakan dalam kondisi mati suri lantaran telah lama beroperasional dan pengurusnya tidak aktif.
Bahkan sebanyak 63 di antaranya sudah dibekukan. Koperasi tersebut tersebar di 35 kabupaten dan kota di Jateng.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sujarwanto Dwiatmoko menjelaskan, koperasi yang tidak aktif tersebut bergerak di berbagai bidang, antara lain simpan pinjam dan sektor produksi.
"Tidak aktifnya koperasi tersebut ditengarai disebabkan oleh beberapa faktor. Yakni lemahnya manajemen dan kurangnya modal," katanya di sela-sela mengunjungi stand Pasar Rakyat yang digelar di Polres Salatiga, Rabu (18/7/2012).
Menurut dia, guna menangani koperasi tidak aktif tersebut, pihaknya telah melakukan pembinaan dan peringatan kepada pengurusnya agar menghidupkan kembali koperasi yang dikelolanya. Hasilnya, pada 2012 ini, sudah ada 105 unit koperasi yang telah aktif kembali dan dalam kondisi sehat.
"Pada 2011 lalu, jumlah koperasi yang tidak aktif sebanyak 5.809. Setelah dilakukan pembinaan, saat ini jumlahnya menurun menjadi 5.704 unit. Pembinaan yang dilakukan adalah peningkatan SDM (sumber daya manusia), bantuan dana bergulir, dan pelatihan manajemen," ujarnya.
Dia menyatakan, pengembangan koperasi harus terus dilakukan karena lembaga tersebut bisa menopang soko guru perekonomian. Disisi lain juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Dinas Koperasi dan UMKM Jateng berkomitmen untuk menjadikan koperasi yang ada di Jateng menjadi mandiri.
Sujarwanto menambahkan, guna mendukung kemandirian koperasi, Dinas Koperasi dan UMK Jateng pada tahun anggaran 2012 ini telah menyiapkan dana senilai Rp30 miliar. Anggaran sebanyak itu sepenuhnya digunakan untuk pembinaan dan bantuan permodalan yang diberikan secara bergulir.
"Hingga saat ini, dana bergulir yang kami salurkan dapat berjalan dengan baik. Yang macet cuma 2,7% dari total anggaran yang digulirkan," jelasnya.
Disinggung mengenai perkembangan koperasi di Jateng pada 2012 ini, Sujarwanto menjelaskan, sejak 2007 lalu pertumbuhan koperasi cukup pesat. Pada 2007 jumlah koperasi hanya 17.090 unit dah hingga Juni 2012 ini jumlah meningkat menjadi 26.300 unit.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jateng Hadi Prabowo mengatakan koperasi merupakan lembaga yang harus dikembangkan. Karena koperasi menjadi salah satu pilar kekuatan perekonomian masyarakat. "Untuk itu, koperasi harus dikembangkan," tandasnya.
Bahkan sebanyak 63 di antaranya sudah dibekukan. Koperasi tersebut tersebar di 35 kabupaten dan kota di Jateng.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sujarwanto Dwiatmoko menjelaskan, koperasi yang tidak aktif tersebut bergerak di berbagai bidang, antara lain simpan pinjam dan sektor produksi.
"Tidak aktifnya koperasi tersebut ditengarai disebabkan oleh beberapa faktor. Yakni lemahnya manajemen dan kurangnya modal," katanya di sela-sela mengunjungi stand Pasar Rakyat yang digelar di Polres Salatiga, Rabu (18/7/2012).
Menurut dia, guna menangani koperasi tidak aktif tersebut, pihaknya telah melakukan pembinaan dan peringatan kepada pengurusnya agar menghidupkan kembali koperasi yang dikelolanya. Hasilnya, pada 2012 ini, sudah ada 105 unit koperasi yang telah aktif kembali dan dalam kondisi sehat.
"Pada 2011 lalu, jumlah koperasi yang tidak aktif sebanyak 5.809. Setelah dilakukan pembinaan, saat ini jumlahnya menurun menjadi 5.704 unit. Pembinaan yang dilakukan adalah peningkatan SDM (sumber daya manusia), bantuan dana bergulir, dan pelatihan manajemen," ujarnya.
Dia menyatakan, pengembangan koperasi harus terus dilakukan karena lembaga tersebut bisa menopang soko guru perekonomian. Disisi lain juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Dinas Koperasi dan UMKM Jateng berkomitmen untuk menjadikan koperasi yang ada di Jateng menjadi mandiri.
Sujarwanto menambahkan, guna mendukung kemandirian koperasi, Dinas Koperasi dan UMK Jateng pada tahun anggaran 2012 ini telah menyiapkan dana senilai Rp30 miliar. Anggaran sebanyak itu sepenuhnya digunakan untuk pembinaan dan bantuan permodalan yang diberikan secara bergulir.
"Hingga saat ini, dana bergulir yang kami salurkan dapat berjalan dengan baik. Yang macet cuma 2,7% dari total anggaran yang digulirkan," jelasnya.
Disinggung mengenai perkembangan koperasi di Jateng pada 2012 ini, Sujarwanto menjelaskan, sejak 2007 lalu pertumbuhan koperasi cukup pesat. Pada 2007 jumlah koperasi hanya 17.090 unit dah hingga Juni 2012 ini jumlah meningkat menjadi 26.300 unit.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jateng Hadi Prabowo mengatakan koperasi merupakan lembaga yang harus dikembangkan. Karena koperasi menjadi salah satu pilar kekuatan perekonomian masyarakat. "Untuk itu, koperasi harus dikembangkan," tandasnya.
(gpr)
Lihat Juga :