2016, subsidi listrik cukup 1 digit

Rabu, 18 Juli 2012 - 20:29 WIB
2016, subsidi listrik...
2016, subsidi listrik cukup 1 digit
A A A
Sindonews.com - Pemerintah menginisiasi penyusunan Service Level Agreement (SLA) dalam menurunkan anggaran subsidi listrik. SLA merupakan dokumen yang menyatakan komitmen dari Kementerian/Lembaga untuk mencapai performa dan melaksanakan rencana aksi yang berhubungan dengan area kritis pertumbuhan dan kesinambungan sektor kelistrikan Indonesia.

Rencana ini ditargetkan pada tahun 2016 nilai subsidi listrik kurang dari Rp10 triliun. Angka satu digit dimana seperti kondisi sebelum tahun 2005.

"Versi SLA ini di desain sebagai penrjanjian antara Pemerintah yang terdiri dari Kemenkeu, Kemen. ESDM, Kemen. BUMN, BP Migas dengan PT. PLN (persero)," ujar Kepala Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal, Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan, Freddy R. Saragih dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/7/2012)

Beberapa elemen utama dokumen SLA, menurutnya terinci dari sistem objektif dan terget sektor kelistrikan Indonesia antara tahun 2012 - 2016. Kemudian KPI, target, aksi dan rencana mitigasi, dimana komitmen antara Kemenkeu dan PLN. Terakhir adalah Mekanisme monitoring untuk mereviu antara realisasi dengan performa.

Selain itu, Freddy menambahkan, ada 12 isu yang diprioritaskan dan diperjanjikan dalam SLA. "Ada isu seperti kapasitas PLN, kapasistas IPP, Efisiensi Operasi PLN, Kontingensi Kapasitas, Pasokan Gas, Volatilitas Harga, Energi Terbarukan, Kepastian Alokasi Anggaran, Paradoks Sistem Cost +, Alokasi Risiko, Return PLN dan tarif," terang Freddy.

Secara umum, dia mengutarakan APBN 2014 disusun menggunakan pendekatan balance budget dengan pengurangan defisit sampai dengan maksimal 1,2 persen dari PDB. Maka dari itu, pemerintah juga menargetkan besaran subsidi energi harus sebesar maksimal Rp100 triliun di tahun 2014.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PLN Sudah Terima Kompensasi...
PLN Sudah Terima Kompensasi dari Pemerintah Rp24,6 Triliun
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Luhut Pastikan Pasokan...
Luhut Pastikan Pasokan Batubara ke PLN Aman Tanpa Subsidi
Ratusan KK di Kabupten...
Ratusan KK di Kabupten Muara Enim Hidup Tanpa Listrik
Berita Terkini
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
1 jam yang lalu
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
1 jam yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
1 jam yang lalu
Santai Seaplane Buka...
Santai Seaplane Buka Pangkalan di Banyuwangi, Perkuat Konektivitas Wisata Premium
2 jam yang lalu
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
2 jam yang lalu
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
2 jam yang lalu
Infografis
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah...
Kapan Tanggal 1 Dzulhijjah 1446 Hijriah? Cek di Sini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved