BRI raih predikat bank pemerintah terbaik
Kamis, 19 Juli 2012 - 10:47 WIB
BRI raih predikat bank pemerintah terbaik
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank BRI (BBRI) menyandang Best Prformance Bank (Bank dengan Predikat Terbaik) pada kategori Bank Pemerintah dalam acara Penganugerahan Best Performance Bank 2012 yang di selenggarakan Perbanas Institute bekerja sama dengan Tempo Inti Media.
Rektor Universitas Perbanas, Marsudi Wahyu Kisworo menerangkan, predikat tersbut diberikan setelah dilakukan penilaian selama setahun terhadap laporan keuangan bank-bank tersebut.
"Kita nilai dari laporan keuangan selama setahun. Dalam penelitian, kami menggabungkan metode kinerja keuangan dan kinerja efisiensi dengan bobot masing-masing 50 persen," terang Marsudi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu 18 Juli 2012 malam.
Kinerja keuangan, lanjut Marsudi, diukur dengan indikator-indikator yaitu, Capital, Asset Quality, Earning, dan Liquidity (Cael). Sementara, kinerja efisiensi diukur dengan Data Envelopment Analysis (DEA). "Efisiensi kalau dulu dilihat dari biaya bunga saja, kalau sekarang tidak. Tapi penilaian lebih fair dibanding tahun yang lalu," terang Marsudi lagi.
Dengan penelitian yang bersifat ilmiah tersebut, maka hasil dari penelitian tersebut sangatlah tidak terprediksi dan sangat bergantung atas kinerja bank-bank yang dinilai itu sendiri.
"Kita tetap menjaga independensi, karena kita ini kan kampus ya, jadi dibanding award yang lain, award kami ini sangat-sangat ilmiah. Jadi hasilnya kejutan-kejutan. Misalnya di kategori bank besar itu, ternyata BRI bisa mengalahkan Mandiri. Jadi memang ini kami betul-betul menilai secara ilmiah," akunya.
Lebih lanjut, Marsudi berharap agar bank-bank tersebut dapat mempertahankan predikat yang disandangnya. "Harapannya pemenang-pemenang itu sebagai yang terbaik ini mempertahankan reputasinya sebagai bank terbaik sesuai dengan apa yang kita nilai," harap Marsudi.
Dalam penilainnya sendiri, ada 10 Kategori yang bank yang dinilai yaitu, kategori Bank Pemerintah, kategori Bank Swasta Nasional Beraset diatas Rp50 triliun, kategori Bank Swasta Nasional Beraset Rp5-50 triliun, kategori Bank Swasta Nasional Beraset sampai dengan Rp5 triliun, BPD Beraset Diatas Rp10 triliun, BPD Beraset sampai dengan Rp10 triliun, Bank Asing, Bank Campuran, Bank Syariah Beraset di atas Rp5 triliun, dan Bank Syariah Beraset sampai dengan Rp5 triliun.
Rektor Universitas Perbanas, Marsudi Wahyu Kisworo menerangkan, predikat tersbut diberikan setelah dilakukan penilaian selama setahun terhadap laporan keuangan bank-bank tersebut.
"Kita nilai dari laporan keuangan selama setahun. Dalam penelitian, kami menggabungkan metode kinerja keuangan dan kinerja efisiensi dengan bobot masing-masing 50 persen," terang Marsudi di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu 18 Juli 2012 malam.
Kinerja keuangan, lanjut Marsudi, diukur dengan indikator-indikator yaitu, Capital, Asset Quality, Earning, dan Liquidity (Cael). Sementara, kinerja efisiensi diukur dengan Data Envelopment Analysis (DEA). "Efisiensi kalau dulu dilihat dari biaya bunga saja, kalau sekarang tidak. Tapi penilaian lebih fair dibanding tahun yang lalu," terang Marsudi lagi.
Dengan penelitian yang bersifat ilmiah tersebut, maka hasil dari penelitian tersebut sangatlah tidak terprediksi dan sangat bergantung atas kinerja bank-bank yang dinilai itu sendiri.
"Kita tetap menjaga independensi, karena kita ini kan kampus ya, jadi dibanding award yang lain, award kami ini sangat-sangat ilmiah. Jadi hasilnya kejutan-kejutan. Misalnya di kategori bank besar itu, ternyata BRI bisa mengalahkan Mandiri. Jadi memang ini kami betul-betul menilai secara ilmiah," akunya.
Lebih lanjut, Marsudi berharap agar bank-bank tersebut dapat mempertahankan predikat yang disandangnya. "Harapannya pemenang-pemenang itu sebagai yang terbaik ini mempertahankan reputasinya sebagai bank terbaik sesuai dengan apa yang kita nilai," harap Marsudi.
Dalam penilainnya sendiri, ada 10 Kategori yang bank yang dinilai yaitu, kategori Bank Pemerintah, kategori Bank Swasta Nasional Beraset diatas Rp50 triliun, kategori Bank Swasta Nasional Beraset Rp5-50 triliun, kategori Bank Swasta Nasional Beraset sampai dengan Rp5 triliun, BPD Beraset Diatas Rp10 triliun, BPD Beraset sampai dengan Rp10 triliun, Bank Asing, Bank Campuran, Bank Syariah Beraset di atas Rp5 triliun, dan Bank Syariah Beraset sampai dengan Rp5 triliun.
(gpr)
Lihat Juga :