Ramadan & Lebaran, Mandiri siapkan Rp32 T
Jum'at, 20 Juli 2012 - 18:21 WIB
Ramadan & Lebaran, Mandiri siapkan Rp32 T
A
A
A
Sindonews.com - Transaksi perbankan saat Ramadan dan Lebaran tahun ini diperkirakan naik cukup signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu. Peningkatan didorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, transaksi Bank Mandiri saat Ramadan dan Lebaran diprediksi naik antara 20-30 persen. Kali ini, BUMN-nya telah menyiapkan cadangan uang senilai Rp32 triliun, lebih tinggi dari cadangan uang pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp22 triliun.
“Cadangan uang untuk Ramadan dan Lebaran kami tambah menjadi Rp32 triliun. Kami memperkirakan, akan terjadi kenaikan transaksi antara 20-30 persen, sejalan bertambahnya kantor cabang dan anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri,” jelas Zulkifli Zaini ketika ditemui seusai memberikan kuliah umum di hadapan 3.300 mahasiswa baru ITB, di Sabuga, Kota Bandung, Jumat (20/7/2012).
Menurut dia, lonjakan transkasi akan berada di ATM yang saat ini berjumlah 10.365 unit di seluruh Indonesia. Meliputi transkasi penarikan uang tunai, transfer, dan transkasi perbankan lainnya. Selain ATM, dia pun memastikan, kantor kas tetap akan ramai nasabah. Terutama mereka yang mengambil uang dalam jumlah besar.
“Menjelang Lebaran, puncak transaksi biasa terjadi pada H-3 dan H-4. Mereka biasanya mengambil uang dalam jumlah banyak untuk keperluan Lebaran atau mudik,” jelas dia.
Pulau Jawa, lanjut dia, akan mendominasi terjadinya lonjakan transaksi. Diikuti wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan daerah lainnya.
Mengantisipasi penarikan uang melalui mesin ATM, Bank Mandiri telah menyiagakan petugas jaga. Petugas tersebut akan selalu memantau ketersediaan uang di semua mesin ATM di seluruh Indonesia. “Tingkat kesiapan mesin ATM kami selalu di atas 98 persen. Artinya, sebelum habis, petugas kami akan memasok uang ke mesin tersebut,” pungkas dia.
Selain ATM, Bank Mandiri juga akan menyiagakan beberapa kantor cabang. Dari sekitar 1.600 kantor cabang di seluruh Indonesia, sekitar 100 kantor cabang akan tetap melayani nasabah.
“Pada tanggal merah, kami tidak mungkin meliburkan semua kantor cabang. 100 kantor cabang tetap buka, melayani setoran dan penarikan uang nasabah,” timpal Zulkifli.
Kepala Bank Mandiri Jawa Barat Hadiyono memperkirakan, khusus di Jawa Barat, transaksi melalui mesin ATM diperkirakan naik 30 persen dari transaksi normal. Pada hari biasa, transkasi di ATM mencapai Rp90 miliar per minggu. Di mana, transaksi per ATM sekitar Rp400 juta per 1-3 hari.
“Tahun ini, kami memiliki 720 mesin ATM dari tahun sebelumnya yang hanya 600 unit. Ini akan meningkatkan transaksi di ATM Mandiri,” kata dia.
Mesin ATM, lanjut dia, juga akan memicu transaksi elektronik di Jabar. Saat ini, intensitas transaksi elektronik juga cukup tinggi.
Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, transaksi Bank Mandiri saat Ramadan dan Lebaran diprediksi naik antara 20-30 persen. Kali ini, BUMN-nya telah menyiapkan cadangan uang senilai Rp32 triliun, lebih tinggi dari cadangan uang pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp22 triliun.
“Cadangan uang untuk Ramadan dan Lebaran kami tambah menjadi Rp32 triliun. Kami memperkirakan, akan terjadi kenaikan transaksi antara 20-30 persen, sejalan bertambahnya kantor cabang dan anjungan tunai mandiri (ATM) Bank Mandiri,” jelas Zulkifli Zaini ketika ditemui seusai memberikan kuliah umum di hadapan 3.300 mahasiswa baru ITB, di Sabuga, Kota Bandung, Jumat (20/7/2012).
Menurut dia, lonjakan transkasi akan berada di ATM yang saat ini berjumlah 10.365 unit di seluruh Indonesia. Meliputi transkasi penarikan uang tunai, transfer, dan transkasi perbankan lainnya. Selain ATM, dia pun memastikan, kantor kas tetap akan ramai nasabah. Terutama mereka yang mengambil uang dalam jumlah besar.
“Menjelang Lebaran, puncak transaksi biasa terjadi pada H-3 dan H-4. Mereka biasanya mengambil uang dalam jumlah banyak untuk keperluan Lebaran atau mudik,” jelas dia.
Pulau Jawa, lanjut dia, akan mendominasi terjadinya lonjakan transaksi. Diikuti wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan daerah lainnya.
Mengantisipasi penarikan uang melalui mesin ATM, Bank Mandiri telah menyiagakan petugas jaga. Petugas tersebut akan selalu memantau ketersediaan uang di semua mesin ATM di seluruh Indonesia. “Tingkat kesiapan mesin ATM kami selalu di atas 98 persen. Artinya, sebelum habis, petugas kami akan memasok uang ke mesin tersebut,” pungkas dia.
Selain ATM, Bank Mandiri juga akan menyiagakan beberapa kantor cabang. Dari sekitar 1.600 kantor cabang di seluruh Indonesia, sekitar 100 kantor cabang akan tetap melayani nasabah.
“Pada tanggal merah, kami tidak mungkin meliburkan semua kantor cabang. 100 kantor cabang tetap buka, melayani setoran dan penarikan uang nasabah,” timpal Zulkifli.
Kepala Bank Mandiri Jawa Barat Hadiyono memperkirakan, khusus di Jawa Barat, transaksi melalui mesin ATM diperkirakan naik 30 persen dari transaksi normal. Pada hari biasa, transkasi di ATM mencapai Rp90 miliar per minggu. Di mana, transaksi per ATM sekitar Rp400 juta per 1-3 hari.
“Tahun ini, kami memiliki 720 mesin ATM dari tahun sebelumnya yang hanya 600 unit. Ini akan meningkatkan transaksi di ATM Mandiri,” kata dia.
Mesin ATM, lanjut dia, juga akan memicu transaksi elektronik di Jabar. Saat ini, intensitas transaksi elektronik juga cukup tinggi.
(gpr)
Lihat Juga :