Pemerintah impor beras saat gabah surplus

Minggu, 22 Juli 2012 - 14:05 WIB
Pemerintah impor beras...
Pemerintah impor beras saat gabah surplus
A A A
Sindonews.com - Pemerintah berencana mengeluarkan kebijakan importasi beras dalam waktu dekat. Kondisi ini terjadi di saat produksi beras surplus dan serapan Badan urusan logistik (Bulog) optimal.

Adapun kebijakan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak memiliki itikad baik dalam mendukung swasembada beras berkelanjutan hingga 2014. Serta menjadi bukti terhadap ketidakberpihakan pemerintah terhadap komoditas pangan lokal.

Sekadar informasi, pengadaan beras pada Juli 2012 meningkat sebanyak 2,5 juta dan ditargetkan mencapai tiga juta ton hingga akhir tahun. Pengadaan beras tersebut naik dari 1,8 juta ton pada tahun lalu. Anggota DPR RI Komisi IV Ma’mur Hasanuddin pun menyesalkan langkah yang dilakukan oleh pemerintah tersebut.

"Di saat Kementerian Pertanian berjibaku untuk meningkatkan produksi dan Bulog berusaha melakukan serapan gabah petani dengan optimal, Kementerian Perdagangan malah tidak menunjukkan keberpihakan dengan berencana melakukan importasi beras," ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/7/2012).

Ma’mur yang merupakan legislator dari Jawa Barat sebagai salah satu sentra beras nasional ini menegaskan bila pemerintah sering sekali tidak peka dalam mamahami kondisi yang berkembang. Seharusnya, di saat produksi dan serapan bagus seperti sekarang ini dapat memberikan penguatan serta proteksi yang maksimal terhadap beras nasional.

"Namun dengan wacana impor yang dilemparkan, secara nyata akan meruntuhkan semangat dan perjuangan rekan-rekan petani," ujarnya.

Dia menambahkan, kebijakan melakukan impor di saat produksi dan serapan tinggi memperlihatkan koordinasi yang lemah dan ketidakberpihakan pangan di lingkungan Kementerian koordinator perekonomian.

"Kementerian Koordinator Ekonomi seharusnya mampu menangkap dengan baik situasi dan kondisi seperti ini, bukan malah memberikan wacana ketidakpastian dengan adanya importasi beras. Selain itu juga harus mampu mengkoordinasikan dengan baik data serta capaian yang telah dilakukan selama ini oleh Kementerian pertanian, Kementerian perdagangan maupun bulog sebagai stabilisator," jelasnya.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah masih membuka keran impor beras untuk memenuhi cadangan beras nasional dan menjaga ketersediaan beras di masyarakat. Adapun jatah impor beras adalah sekira satu juta ton untuk tahun ini.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Anomali Harga Beras...
Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
41 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
2 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved