Bangkalan sidak peredaran daging glonggongan
Minggu, 22 Juli 2012 - 15:54 WIB
Bangkalan sidak peredaran daging glonggongan
A
A
A
Sindonews.com - Tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, menggelar inspeksi mendadak (sidak) daging glonggongan, di beberapa pasar tradisional setempat. Sidak dilakukan, guna mengantisipasi ketersedian daging segar dan sehat selama bulan suci Ramadan.
Tim gabungan Pemkab Bangkalan yang menggelar sidak, antara lain dari Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perdagangan, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Saat sidak, mereka dilengkapi dengan alat pengukur kadar air dalam daging, guna memastikan adanya daging glonggongan dan impor.
"Tujuan sidak ini, guna mengantisipasi peredaran daging glonggongan yang tidak layak konsumsi," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Bangkalan, Puguh Widodo saat sidak, Minggu (22/7/2012).
Puguh menjelaskan, dari hasil sidak yang dilengkapi alat pengukur air tersebut, sejauh ini belum ditemukan adanya daging glonggongan di pasar tradisional, sebaliknya daging yang dijual layak konsumsi dan sehat.
Hasil tersebut, diperoleh setelah tim blusukan ke seluruh kios yang ada di pasar tradisional. Menurutnya, sidak sengaja dilakukan pagi hari karena saat itu, biasanya transaksi jual beli masih ramai.
"Ya, hasilnya sejauh ini tidak ada daging glonggongan dan impor. Semua daging dalam kondisi bagus, masih layak dikonsumsi," tegas Puguh.
Dia menambahkan, tim dari Pemkab tersebut akan terus melakukan sidak dan pemantuan selama bulan Ramadan. Utamanya, untuk bahan pokok daging yang selama puasa banyak dikonsumsi warga. "Tidak hanya kualitas, kami juga memantau pergerakan harga daging selama bulan Ramadan," tambahnya.
Sementara itu, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Lemahduwur Bangkalan, Ahmad, menyatakan, pasokan daging selama bulan Ramadan masih ada. Daging tersebut murni dari dalam Pulau Madura, tidak ada daging impor dan glonggongan. Cuma, yang jadi kendala adalah harga jual yang terus meningkat. "Sekarang harga sudah sekitar Rp70 ribu per kilogram, naik dari harga sebelum puasa yang hanya Rp60 ribu saja," ucapnya.
Tim gabungan Pemkab Bangkalan yang menggelar sidak, antara lain dari Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perdagangan, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Saat sidak, mereka dilengkapi dengan alat pengukur kadar air dalam daging, guna memastikan adanya daging glonggongan dan impor.
"Tujuan sidak ini, guna mengantisipasi peredaran daging glonggongan yang tidak layak konsumsi," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Bangkalan, Puguh Widodo saat sidak, Minggu (22/7/2012).
Puguh menjelaskan, dari hasil sidak yang dilengkapi alat pengukur air tersebut, sejauh ini belum ditemukan adanya daging glonggongan di pasar tradisional, sebaliknya daging yang dijual layak konsumsi dan sehat.
Hasil tersebut, diperoleh setelah tim blusukan ke seluruh kios yang ada di pasar tradisional. Menurutnya, sidak sengaja dilakukan pagi hari karena saat itu, biasanya transaksi jual beli masih ramai.
"Ya, hasilnya sejauh ini tidak ada daging glonggongan dan impor. Semua daging dalam kondisi bagus, masih layak dikonsumsi," tegas Puguh.
Dia menambahkan, tim dari Pemkab tersebut akan terus melakukan sidak dan pemantuan selama bulan Ramadan. Utamanya, untuk bahan pokok daging yang selama puasa banyak dikonsumsi warga. "Tidak hanya kualitas, kami juga memantau pergerakan harga daging selama bulan Ramadan," tambahnya.
Sementara itu, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Lemahduwur Bangkalan, Ahmad, menyatakan, pasokan daging selama bulan Ramadan masih ada. Daging tersebut murni dari dalam Pulau Madura, tidak ada daging impor dan glonggongan. Cuma, yang jadi kendala adalah harga jual yang terus meningkat. "Sekarang harga sudah sekitar Rp70 ribu per kilogram, naik dari harga sebelum puasa yang hanya Rp60 ribu saja," ucapnya.
(gpr)
Lihat Juga :