PT DI lelang 4 pesawat bekas
Senin, 23 Juli 2012 - 11:12 WIB
PT DI lelang 4 pesawat bekas
A
A
A
Sindonews.com – PT Dirgantara Indonesia( DI) akan menjual empat pesawat tua yang sudah tidak terpakai. Empat pesawat itu jenis DAS 10 dan Boeing 737 milik Adam Air serta Bouraq Air.
Kepala Tim Komunikasi PT DI Sonny Saleh Ibrahim mengatakan, ada empat pesawat tua dari jenis DAS 10 buatan tahun 1986 dan Boeing 737 yang akan dijual PT DI. Pesawat tua itu sudah tidak terpakai oleh beberapa maskapai dan teronggok di hanggar PT DI.Untuk tipe DAS 10, pernah dipakai oleh Merpati Nusantara Airlines.
“Kami akan jual melalui proses tender,” ucapnya, kemarin. Namun, pihaknya belum bisa memastikan nilai penjualan pesawat tua PT DI itu. BUMN ini akan menjual pesawat tua dalam bentuk kiloan. Menurutnya, alumunium untuk bodi pesawat terbang itu nantinya didaur ulang untuk dipakai sebagai bahan baku produk lain. Misalnya, suku cadang mobil mewah dengan harga yang kompetitif.
Menurut dia, ada tiga Boeing 737 milik Adam Air dan Bouraq yang akan dijual. Pesawat tersebut awalnya menjalani perawatan rutin di PT DI. Namun, karena maskapainya berhenti beroperasi, biaya perawatan itu tertunggak sampai sekarang. Biaya perawatannya berkisar USD50 ribu-USD100 ribu.
Dia mengatakan, sudah ada 10 perusahaan dalam negeri yang siap mengikuti tender.Diketahui, PT DI telah menandatangi kontrak pengadaan komponen dan pesawat senilai Rp8 triliun. Namun, proyek tersebut terancam tersendat lantaran minimnya modal kerja.
Kepala Tim Komunikasi PT DI Sonny Saleh Ibrahim mengatakan, ada empat pesawat tua dari jenis DAS 10 buatan tahun 1986 dan Boeing 737 yang akan dijual PT DI. Pesawat tua itu sudah tidak terpakai oleh beberapa maskapai dan teronggok di hanggar PT DI.Untuk tipe DAS 10, pernah dipakai oleh Merpati Nusantara Airlines.
“Kami akan jual melalui proses tender,” ucapnya, kemarin. Namun, pihaknya belum bisa memastikan nilai penjualan pesawat tua PT DI itu. BUMN ini akan menjual pesawat tua dalam bentuk kiloan. Menurutnya, alumunium untuk bodi pesawat terbang itu nantinya didaur ulang untuk dipakai sebagai bahan baku produk lain. Misalnya, suku cadang mobil mewah dengan harga yang kompetitif.
Menurut dia, ada tiga Boeing 737 milik Adam Air dan Bouraq yang akan dijual. Pesawat tersebut awalnya menjalani perawatan rutin di PT DI. Namun, karena maskapainya berhenti beroperasi, biaya perawatan itu tertunggak sampai sekarang. Biaya perawatannya berkisar USD50 ribu-USD100 ribu.
Dia mengatakan, sudah ada 10 perusahaan dalam negeri yang siap mengikuti tender.Diketahui, PT DI telah menandatangi kontrak pengadaan komponen dan pesawat senilai Rp8 triliun. Namun, proyek tersebut terancam tersendat lantaran minimnya modal kerja.
(and)
Lihat Juga :