BI jamin penukaran uang Lebaran aman
Senin, 23 Juli 2012 - 15:41 WIB
BI jamin penukaran uang Lebaran aman
A
A
A
Sindonews.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI menjamin stok penukaran uang untuk Ramadan dan Lebaran 2012 di Jawa Barat, cukup. Saat ini, BI menyiapkan uang untuk penukaran Rp12,8 triliun.
"Jumlah itu akan cukup untuk melayani kebutuhan dan permintaan penukaran uang masyarakat," kata Kepala Kantor PBI Wilayah VI Lucky Fathul Azis Hadibrata usai penukaran uang perdana selama Ramadan di KPBI Wilayah VI, Jalan Braga, Bandung, Senin (23/7/2012).
Dari total stok Rp12,8 triliun tersebut, terdiri dari nominal di atas Rp20 ribu dengan nilai mencapai Rp11,4 triliun, nominal dibawah Rp10 ribu hanya Rp1,02 triliun dan uang logam sebesar Rp21 miliar.
Kata dia, untuk mencegah penjualan uang pihaknya membatasi penukaran uang dengan cara memberi tanda pada jari maksimal tiga kali penukaran.
Lucky mengatakan, wilayah Bandung Raya sebagai daerah tertinggi alokasi kebutuhan penukaran uang, yakni Rp9,5 triliun dari total stok penukaran uang sebesar Rp12,8 triliun tersebut. "Bandung Raya menjadi daerah dengan perputaran nilai transaksi paling tinggi di Jabar," sebutnya.
Untuk itu pihaknya melakukan penambahan uang, yakni dari hanya Rp8,9 triliun menjadi Rp9,5 triliun. Di sisi lain, stok penukaran uang tahun ini naik 47 persen dibandingkan tahun lalu. Disebutkan, Ramadan tahun lalu stok penukaran uang hanya sebesar Rp8,7 triliun dengan realisasi sebesar Rp8,2 triliun.
Lanjut dia, stok kali ini mencakup 1,3 kali dari kebutuhan penukaran uang kartal selama bulan Juli. Selain Bandung Raya, daerah lain yang memiliki stok penukaran yang cukup besar adalah Cirebon Rp2,5 triliun atau naik 54 persen dari tahun lalu. Juga Tasikmalaya Rp882,5 miliar.
"Jumlah itu akan cukup untuk melayani kebutuhan dan permintaan penukaran uang masyarakat," kata Kepala Kantor PBI Wilayah VI Lucky Fathul Azis Hadibrata usai penukaran uang perdana selama Ramadan di KPBI Wilayah VI, Jalan Braga, Bandung, Senin (23/7/2012).
Dari total stok Rp12,8 triliun tersebut, terdiri dari nominal di atas Rp20 ribu dengan nilai mencapai Rp11,4 triliun, nominal dibawah Rp10 ribu hanya Rp1,02 triliun dan uang logam sebesar Rp21 miliar.
Kata dia, untuk mencegah penjualan uang pihaknya membatasi penukaran uang dengan cara memberi tanda pada jari maksimal tiga kali penukaran.
Lucky mengatakan, wilayah Bandung Raya sebagai daerah tertinggi alokasi kebutuhan penukaran uang, yakni Rp9,5 triliun dari total stok penukaran uang sebesar Rp12,8 triliun tersebut. "Bandung Raya menjadi daerah dengan perputaran nilai transaksi paling tinggi di Jabar," sebutnya.
Untuk itu pihaknya melakukan penambahan uang, yakni dari hanya Rp8,9 triliun menjadi Rp9,5 triliun. Di sisi lain, stok penukaran uang tahun ini naik 47 persen dibandingkan tahun lalu. Disebutkan, Ramadan tahun lalu stok penukaran uang hanya sebesar Rp8,7 triliun dengan realisasi sebesar Rp8,2 triliun.
Lanjut dia, stok kali ini mencakup 1,3 kali dari kebutuhan penukaran uang kartal selama bulan Juli. Selain Bandung Raya, daerah lain yang memiliki stok penukaran yang cukup besar adalah Cirebon Rp2,5 triliun atau naik 54 persen dari tahun lalu. Juga Tasikmalaya Rp882,5 miliar.
(and)
Lihat Juga :