Habis Lebaran Kurs Rupiah Tembus Rp16.000 per Dolar AS
Jum'at, 12 April 2024 - 14:07 WIB
loading...
Kurs rupiah sehabis Lebaran sempat melemah menembus angka Rp16.027,05 per dolar AS. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah hari ini akhirnya menembus level Rp16.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan pantauan, sekitar pukul 02.00 waktu universal terkoordinasi (UTC), Jumat (12/4/2024), rupiah sempat mencapai Rp16.027,05 per dolar AS.
Selama sepekan, rupiah tercatat sudah melemah 0,88% dan selama sebulan tertekan hampir 3%. Adapun pada 1 Januari 2024, rupiah masih berada di level Rp15.400, sehingga pelemahan sampai saat ini secara year to date (ytd) sebesar 4,14%. Sementara itu, berdasarkan kurs transaksi BI yang di-up date terakhir tanggal 5 April 2024 rupiah berada di Rp15.986,53 per dolar AS.
Baca Juga: Jelang Libur Lebaran, Rupiah Ditutup Semringah ke Rp15.848
Menurut pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, pelemahan rupiah antara lain dipengaruhi cadangan devisa yang turun akibat pembayaran utang luar negeri pemerintah. Meski demikian, cadangan devisa tersebut masih setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, atau di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Ibrahim menambahkan, kekhawatiran akan memburuknya konflik di Timur Tengah, ketika Iran mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Israel, membuat tekanan makin tinggi. Volume perdagangan regional juga melemah karena libur pasar China.
Selama sepekan, rupiah tercatat sudah melemah 0,88% dan selama sebulan tertekan hampir 3%. Adapun pada 1 Januari 2024, rupiah masih berada di level Rp15.400, sehingga pelemahan sampai saat ini secara year to date (ytd) sebesar 4,14%. Sementara itu, berdasarkan kurs transaksi BI yang di-up date terakhir tanggal 5 April 2024 rupiah berada di Rp15.986,53 per dolar AS.
Baca Juga: Jelang Libur Lebaran, Rupiah Ditutup Semringah ke Rp15.848
Menurut pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, pelemahan rupiah antara lain dipengaruhi cadangan devisa yang turun akibat pembayaran utang luar negeri pemerintah. Meski demikian, cadangan devisa tersebut masih setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, atau di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Ibrahim menambahkan, kekhawatiran akan memburuknya konflik di Timur Tengah, ketika Iran mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Israel, membuat tekanan makin tinggi. Volume perdagangan regional juga melemah karena libur pasar China.
Lihat Juga :