Masyarakat diimbau waspada peredaran uang palsu
Senin, 23 Juli 2012 - 17:18 WIB
Masyarakat diimbau waspada peredaran uang palsu
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat mewaspadai peredaran uang palsu saat Ramadan dan Lebaran. Pada momen tersebut, peredaran uang palsu cenderung meningkat.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI (Jawa Barat dan Banten) Lucky Fathul Aziz Hadibrata meminta masyarakat waspada terhadap peredaran uang palsu. Tingginya perputaran uang saat Ramadan dan Lebaran, memungkinkan dimanfaatkan orang tidak bertanggungjawab mengedarkan uang palsu.
“Jumlah uang palsu yang beredar di Jabar memang cenderung turun. Hanya ditemukan satu lembar uang palsu pada 10 ribu lembar uang kertas. Tapi, saya berharap masyarakat tetap waspada,” jelas Lucky Fathul Aziz Hadibrata saat pelayanan perdana penukaran uang untuk Ramadan dan Lebaran di Kantor BI Bandung, Senin (23/7/2012).
Diakui dia, pada semester 1/2012, BI kanwil VI menemukan uang palsu sebesar Rp461,8 juta atau sekitar 7.219 lembar uang palsu. Jumlah tersebut turun 38,4 persen dari jumlah uang palsu pada semester yang sama tahun lalu. Sekitar Rp46.915.000 ditemukan saat sortasi setoran ke bank dan masyarakat. Yaitu Rp37,8 juta ditemukan di bank dan Rp9 juta di penukaran masyarakat.
Diakui dia, jumlah tersebut jauh lebih rendah ketimbang temuan atau klarifikasi uang palsu dari perbankan dan kepolisian yang mencapai Rp414,9 juta lebih. Dengan rincian, klarifikasi perbankan sekitar Rp323 juta dan kepolisian Rp91,6 juta.
Mengantisipasi peredaran uang palsu di tengah masyarakat, Bank Indonesia mengimbau masyarakat agar tidak membeli uang recehan baru di pinggir jalan. Dia berharap, masyarakat menukarkan uangnya ke bank resmi atau datang langsung ke kantor BI terdekat.
Bank Indonesia Bandung, menyiapkan dana sekitar Rp252 miliar lebih untuk penukaran kepada masyarakat. Untuk penukaran melalui 15 kas keliling, BI menyiapkan dana sekitar Rp31,8 miliar dan penukaran ke Kantor BI sekitar Rp220 miliar. Disebutkan dia, untuk Lebaran kali ini, BI telah menyiapkan Drive Thru penukaran uang. “Drive Thru ini yang pertama diluncurkan di Indonesia, lokasinya di kanto Bank Indonesia di Bandung,” ujarnya dia.
Lebih lanjut Lucky menjelaskan, untuk Ramadan dan Lebaran, Bank Indonesia telah menyiapkan cadangan uang sebesar Rp12,8 triliun. Meningkat sebesar 47 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp8,7 tirliun. Ia menegaskan stok sebesar Rp12,8 triliun itu mencakup 1,3 kali dari kebutuhan penukaran uang kartal selama bulan Juli ini. "Untuk mencegah penjualan uang maka kami membatasi penukaran uang dengan cara memberi tanda pada jari maksimal tiga kali," kata dia.
Jumlah tersebut merupakan gabungan dari tiga Kantor BI di Jabar. Stok uang BI Bandung dari awalnya Rp8,9 triliun ditambah menjadi Rp9,5 triliun. Sedangkan BI Cirebon Rp2,5 triliun atau naik 54 persen dibandingkan tahun lalu. Serta BI Tasikmalaya Rp882,5 miliar. Cadangan tersebut terdiri atas uang pecahan nominal diatas Rp20 ribu senilai Rp11,4 triliun, di bawah Rp10 ribu senilai Rp1,02 triliun, dan uang logam sebesar Rp21 miliar.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI (Jawa Barat dan Banten) Lucky Fathul Aziz Hadibrata meminta masyarakat waspada terhadap peredaran uang palsu. Tingginya perputaran uang saat Ramadan dan Lebaran, memungkinkan dimanfaatkan orang tidak bertanggungjawab mengedarkan uang palsu.
“Jumlah uang palsu yang beredar di Jabar memang cenderung turun. Hanya ditemukan satu lembar uang palsu pada 10 ribu lembar uang kertas. Tapi, saya berharap masyarakat tetap waspada,” jelas Lucky Fathul Aziz Hadibrata saat pelayanan perdana penukaran uang untuk Ramadan dan Lebaran di Kantor BI Bandung, Senin (23/7/2012).
Diakui dia, pada semester 1/2012, BI kanwil VI menemukan uang palsu sebesar Rp461,8 juta atau sekitar 7.219 lembar uang palsu. Jumlah tersebut turun 38,4 persen dari jumlah uang palsu pada semester yang sama tahun lalu. Sekitar Rp46.915.000 ditemukan saat sortasi setoran ke bank dan masyarakat. Yaitu Rp37,8 juta ditemukan di bank dan Rp9 juta di penukaran masyarakat.
Diakui dia, jumlah tersebut jauh lebih rendah ketimbang temuan atau klarifikasi uang palsu dari perbankan dan kepolisian yang mencapai Rp414,9 juta lebih. Dengan rincian, klarifikasi perbankan sekitar Rp323 juta dan kepolisian Rp91,6 juta.
Mengantisipasi peredaran uang palsu di tengah masyarakat, Bank Indonesia mengimbau masyarakat agar tidak membeli uang recehan baru di pinggir jalan. Dia berharap, masyarakat menukarkan uangnya ke bank resmi atau datang langsung ke kantor BI terdekat.
Bank Indonesia Bandung, menyiapkan dana sekitar Rp252 miliar lebih untuk penukaran kepada masyarakat. Untuk penukaran melalui 15 kas keliling, BI menyiapkan dana sekitar Rp31,8 miliar dan penukaran ke Kantor BI sekitar Rp220 miliar. Disebutkan dia, untuk Lebaran kali ini, BI telah menyiapkan Drive Thru penukaran uang. “Drive Thru ini yang pertama diluncurkan di Indonesia, lokasinya di kanto Bank Indonesia di Bandung,” ujarnya dia.
Lebih lanjut Lucky menjelaskan, untuk Ramadan dan Lebaran, Bank Indonesia telah menyiapkan cadangan uang sebesar Rp12,8 triliun. Meningkat sebesar 47 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp8,7 tirliun. Ia menegaskan stok sebesar Rp12,8 triliun itu mencakup 1,3 kali dari kebutuhan penukaran uang kartal selama bulan Juli ini. "Untuk mencegah penjualan uang maka kami membatasi penukaran uang dengan cara memberi tanda pada jari maksimal tiga kali," kata dia.
Jumlah tersebut merupakan gabungan dari tiga Kantor BI di Jabar. Stok uang BI Bandung dari awalnya Rp8,9 triliun ditambah menjadi Rp9,5 triliun. Sedangkan BI Cirebon Rp2,5 triliun atau naik 54 persen dibandingkan tahun lalu. Serta BI Tasikmalaya Rp882,5 miliar. Cadangan tersebut terdiri atas uang pecahan nominal diatas Rp20 ribu senilai Rp11,4 triliun, di bawah Rp10 ribu senilai Rp1,02 triliun, dan uang logam sebesar Rp21 miliar.
(and)
Lihat Juga :