Mentan nilai kenaikan harga kedelai wajar

Selasa, 24 Juli 2012 - 11:54 WIB
Mentan nilai kenaikan...
Mentan nilai kenaikan harga kedelai wajar
A A A
Sindonews.com - Meningkatnya harga kedelai lokal merupakan imbas dari penurunan produsi kedelai Amerika dan peningkatan permintaan kedelai besar-besaran dari China. Pasalnya, untuk memenuhi kebutuhan Nasional, Indonesia masih bergantung pada impor kedelai yang mencapai 60 persen.

"Amerika sebagai penghasil kedelai yang cukup besar di dunia, memang saat ini kena dampak akibat kekeringan sehingga memang ada penurunan produksi dan juga ada pembelian besar-besaran dari China," terang Menteri Pertanian, Suswono saat dijumpai wartawan di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (24/7/2012).

Kondisi tersebut, kata Suswono, menyebabkan kenaikan harga kedelai dunia dan turut berimbas pada kestabilan harga kedelai Indonesia yang ikut terganggu. Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri, Indonesia masih bergantung pada impor dari negara lain.

"Saat ini saja, sekitar 60 persen kedelai ini diimpor. Produksi (kedelai) kita baru bisa meng-cover 40 persen (kebutuhan kedelai nasional)," ujar Suswono lagi.

Dengan demikian, kata Suswono, harga kedelai Nasional memang mau tidak mau harus disesuaikan, sehingga tidak terlalu membebani petani. "Sekitar Rp5.000 (harga) kedelai itu buat petani sangat berat. Memang idealnya harus di atas Rp7.000, apa lagi kalau sampai Rp8.000 berarti itu ada peluang bagi petani," simpulnya.

Untuk itu, memang perlu ada sumbangsih dari berbagai pihak, termasuk konsumen, agar kenaikan harga tersebut tidak hanya membebani produsen dan petani saja. Suswono berpendapat sejalan dengan adanya peningkatan daya beli karena ada peningkatan income perkapita, harga tempe naik sedikit tidak apa-apa.

"Dengan harga kedelai naik, petaninya jadi bergairah. Konsumennya juga dengan adanya peningkatan daya beli ya nambah sedikit lah dibandingkan dengan nambah pulsa kan mendingan nambah untuk makan," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Kedelai Impor Tembus...
Kedelai Impor Tembus Rp1,2 Juta, Pedagang Tempe dan Tahu Dilema Naikkan Harga
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Berita Terkini
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
1 jam yang lalu
Menilik Strategi Eksportir...
Menilik Strategi Eksportir Kelapa Bulat Bertahan di Tengah Ketatnya Pasar Global
1 jam yang lalu
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
1 jam yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
2 jam yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
2 jam yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved