Pemerintah harus ambil alih tata niaga kedelai
Selasa, 24 Juli 2012 - 14:30 WIB
Pemerintah harus ambil alih tata niaga kedelai
A
A
A
Sindonews.com- Harga kedelai yang menembus Rp8.000 perkilogramnya. Harga yang mencekik ini membuat para produsen tempe dan tahu di Jawa Barat mengeluh.
“Tingginya harga kedelai tersebut telah memangkas keuntungan para produsen. Terlebih, ketergantungan terhadap kedelai terbilang tinggi karena komoditi ini bahan baku utama pembuatan tahu dan tempe,” Sekretaris Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia Jawa Barat Hugo Siswaya, kepada wartawan, Selasa (24/7/2012).
Selain itu, ketergantungan para produsen tahu/tempe terhadap kedelai impor masih sangat tinggi. “Sekira 60 persen kebutuhan kedelai masih terpasok dari luar negeri yakni Amerika Serikat, sisanya dari lokal,” sebutnya.
Dia mengungkapkan, kebutuhan kedelai di Jabar mencapai 13 ribu ton per bulan. Dari jumlah tersebut, beberapa daerah di Jabar hanya mampu menghasilkan 10 hingga 20 persen dari total kebutuhan. Beberapa daerah penghasil kedelai di antaranya Ciamis, Cianjur, Majalengka. “Tetapi kontribusinya masih kecil," ujarnya.
Dia menyarankan, untuk mengatasi melambungnya harga kedelai, pemerintah seharusnya mengatur tata niaga kedelai. Pengaturan ini diperlukn sebagai salah satu upaya agar Indonesia bisa swasembada kedelai pada 2014. "Swasembada kedelai 2014 akan sulit tercapai jika tata niaga kedelai tidak diambil alih pemerintah,” tukasnya.
“Tingginya harga kedelai tersebut telah memangkas keuntungan para produsen. Terlebih, ketergantungan terhadap kedelai terbilang tinggi karena komoditi ini bahan baku utama pembuatan tahu dan tempe,” Sekretaris Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia Jawa Barat Hugo Siswaya, kepada wartawan, Selasa (24/7/2012).
Selain itu, ketergantungan para produsen tahu/tempe terhadap kedelai impor masih sangat tinggi. “Sekira 60 persen kebutuhan kedelai masih terpasok dari luar negeri yakni Amerika Serikat, sisanya dari lokal,” sebutnya.
Dia mengungkapkan, kebutuhan kedelai di Jabar mencapai 13 ribu ton per bulan. Dari jumlah tersebut, beberapa daerah di Jabar hanya mampu menghasilkan 10 hingga 20 persen dari total kebutuhan. Beberapa daerah penghasil kedelai di antaranya Ciamis, Cianjur, Majalengka. “Tetapi kontribusinya masih kecil," ujarnya.
Dia menyarankan, untuk mengatasi melambungnya harga kedelai, pemerintah seharusnya mengatur tata niaga kedelai. Pengaturan ini diperlukn sebagai salah satu upaya agar Indonesia bisa swasembada kedelai pada 2014. "Swasembada kedelai 2014 akan sulit tercapai jika tata niaga kedelai tidak diambil alih pemerintah,” tukasnya.
(and)
Lihat Juga :