IMF: Krisis zona euro berpotensi rambah China

Rabu, 25 Juli 2012 - 15:16 WIB
IMF: Krisis zona euro...
IMF: Krisis zona euro berpotensi rambah China
A A A
Sindonews.com - Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa krisis utang di zona euro memburuk menimbulkan "risiko kunci" untuk pertumbuhan China.

IMF menambahkan, China juga menghadapi risiko dalam negeri, tidak sedikit dari penurunan lebih tajam dari yang diantisipasi di pasar properti. Namun, China memiliki banyak ruang dan alat fiskal "untuk merespon paksa" setiap perkembangan tersebut.

Pertumbuhan ekonomi China melambat ke posisi terendah pada kuartal kedua dalam tiga tahun terakhir. Ekonominya tumbuh pada tingkat tahunan 7,6 persen dalam tiga bulan hingga akhir Juni.

IMF mengatakan, mereka mengharapkan ekonomi China akan tumbuh sebesar 8 persen pada tahun ini, tetapi IMF memperingatkan bahwa kurangnya tanggapan terhadap krisis yang memburuk di zona euro, dapat mengurangi jumlahnya hingga setengahnya.

"Risiko eksternal utama berlanjut ke China akibat limpahan memburuknya krisis kawasan euro. Dengan asumsi tidak ada respon kebijakan di China, pertumbuhan bisa turun sebanyak empat persen dalam menanggapi perlambatan satu dan tiga perempat persen poin pertumbuhan global," kata IMF seperti dilansir dari BBC.co.uk, Rabu (25/7/2012).

Zona euro merupakan pasar utama bagi ekspor China dan yang ditakutkan adalah adalah jika krisis utang itu mungkin mempengaruhi sentimen konsumen dan permintaan, sehingga memperlambat ekspor ke wilayah tersebut.

IMF juga mengatakan, masalah internal juga merupakan ancaman bagi pertumbuhan ekonomi China, termasuk sektor properti di negara itu.

Diketahui, Bank China meminjamkan uang dalam jumlah yang mencapai rekor dalam beberapa tahun terakhir dalam upaya untuk mempertahankan pertumbuhan di tengah krisis keuangan global. Yang mengakibatkan booming di pasar properti negara itu.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
TUKS Petrokimia Gresik...
TUKS Petrokimia Gresik Raih Predikat Pelabuhan Terbaik Nasional
4 menit yang lalu
Siap-siap Pendaftaran...
Siap-siap Pendaftaran Peserta Magang Nasional Angkatan II Dibuka Mulai 16 Juli
38 menit yang lalu
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
1 jam yang lalu
Hadapi Ancaman El Nino...
Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem
2 jam yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
2 jam yang lalu
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
2 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved