ESDM klaim ekspor batubara meningkat
Rabu, 25 Juli 2012 - 16:43 WIB
ESDM klaim ekspor batubara meningkat
A
A
A
Sindonews.com - Berbeda halnya dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang menyatakan ekspor batubara anjlok, Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) justru mengungkapkan hal sebaliknya dimana harga batubara mengalami kenaikan, dan ekspornya turut meningkat.
Direktur Pengusahaan Batubara Direktorat Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Eddy Prasodjo mengatakan hingga semester satu produksi batubara mencapai 184 juta ton dari target produksi dalam APBN-P sebesar 332 juta ton. Sementara ekspor batubara hingga semester satu tahun 2012 mencapai 136 juta ton dan penjualan domestik 45 juta ton.
"Realisasi produksi batubara semester I/2012 sebesar 184 juta ton, ekspor 136 juta ton, penjualan domestik 45 juta ton. Penjualan domestik paling banyak untuk PLTU atau PLN," terang Eddy saat dikonfirmasi, Rabu (25/7/2012).
Terpisah, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Milawarma mengatakan harga batubara dunia sedang mengalami penurunan cukup signifikan, yakni mencapai 20-25 persen.
Namun demikian, dirinya menyatakan, harga batubara di dalam negeri sendiri mengalami peningkatan sebesar 0,5 persen. “Peningkatan tersebut dikarenakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika,” terangnya.
Secara rata-rata, lanjutnya, terjadi peningkatan sebesar 0,5 persen untuk harga batubara. “Sebagai contoh dari Januari lalu harga jual domestik ke PLTU PLN Suralaya naik menjadi USD825 dari harga sebelumnya USD815," kata Milawarma.
Sebenarnya, jelas Milawarman, harga batu bara sangat bergantung pada kestabilan harga batubara dunia. Selain itu juga sesuai dengan kontrak, dimana pemasoknya tidak bisa memberikan jaminan 100 persen.
"Ini kan energi, jadi 70 persen harus dikunci, jadi sisanya hanya untuk dipenuhi kekurangan. Masalah lebih rendah atau tinggi itu bisnis," ujar Milawarma.
Direktur Pengusahaan Batubara Direktorat Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Eddy Prasodjo mengatakan hingga semester satu produksi batubara mencapai 184 juta ton dari target produksi dalam APBN-P sebesar 332 juta ton. Sementara ekspor batubara hingga semester satu tahun 2012 mencapai 136 juta ton dan penjualan domestik 45 juta ton.
"Realisasi produksi batubara semester I/2012 sebesar 184 juta ton, ekspor 136 juta ton, penjualan domestik 45 juta ton. Penjualan domestik paling banyak untuk PLTU atau PLN," terang Eddy saat dikonfirmasi, Rabu (25/7/2012).
Terpisah, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Milawarma mengatakan harga batubara dunia sedang mengalami penurunan cukup signifikan, yakni mencapai 20-25 persen.
Namun demikian, dirinya menyatakan, harga batubara di dalam negeri sendiri mengalami peningkatan sebesar 0,5 persen. “Peningkatan tersebut dikarenakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika,” terangnya.
Secara rata-rata, lanjutnya, terjadi peningkatan sebesar 0,5 persen untuk harga batubara. “Sebagai contoh dari Januari lalu harga jual domestik ke PLTU PLN Suralaya naik menjadi USD825 dari harga sebelumnya USD815," kata Milawarma.
Sebenarnya, jelas Milawarman, harga batu bara sangat bergantung pada kestabilan harga batubara dunia. Selain itu juga sesuai dengan kontrak, dimana pemasoknya tidak bisa memberikan jaminan 100 persen.
"Ini kan energi, jadi 70 persen harus dikunci, jadi sisanya hanya untuk dipenuhi kekurangan. Masalah lebih rendah atau tinggi itu bisnis," ujar Milawarma.
(gpr)
Lihat Juga :