Nasi aking dijadikan campuran untuk membuat tempe

Kamis, 26 Juli 2012 - 13:16 WIB
Nasi aking dijadikan...
Nasi aking dijadikan campuran untuk membuat tempe
A A A
Sindonews.com - Karena tak mau rugi jika terus berproduksi, sejumlah pengrajin tempe di Jombang, Jawa Timur, nekat mencampur bahan kedelai dengan nasi aking.

Hal ini terpaksa dilakukan, agar pengrajin bisa tetap menjual tempe pada pelanggannya dengan ukuran dan harga tempe yang sama.

Pencampuran nasi aking dengan kedelai untuk membuat tempe ini dilakukan sejumlah pengrajin di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sejak harga kedelai impor naik dua bulan lalu.

Salah satunya seperti yang dilakukan Eko Cahyono, 42, pengrajin tempe di desa Sumberagung Kecamatan Peterongan.

Dalam membuat tempe, Eko sengaja mencampuri bahan kedelainya dengan nasi aking dengan perbandingan 6 kilogram kedelai banding nasi aking 1 kilogram.

Sebab bila menggunakan kedelai saja, menurut Eko hasilnya tak cukup untuk mengembalikan modalnya alias rugi. Sementara jika ukuran tempenya di perkecil atau harganya dinaikkan, Eko khawatir pelanggannya akan komplain.

Diketahui, harga kedelai saat ini sudah naik sangat tinggi sekitar Rp8.000 rupiah per kilogram dari sebelumnya yang hanya Rp5.500 sampai Rp6.000 per kilogram.

Dibandingkan dengan menggunakan bahan kedelai murni, rasa tempe berbahan campuran nasi aking ini memang sedikit berbeda. Namun menurut Eko, setelah diberitahu ternyata banyak pelanggan yang mau mengerti.

Karena harga kedelai terlalu mahal, selain menggunakan nasi aking, sejumlah pengrajin tempe di Jombang lainnya kini juga banyak yang menggunakan singkong untuk bahan campuran membuat tempe.

Eko dan para pengrajin tempe lainnya berharap pemerintah segera mengembalikan harga kedelai pada kisaran normal antara Rp4.500 sampai Rp5.500 per kilogram.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Solutif! Harga Kedelai...
Solutif! Harga Kedelai Melonjak, Partai Perindo: Perbaiki Tata Kelola Impor & Tingkatkan Produksi Lokal
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
11 menit yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
11 menit yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
25 menit yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
31 menit yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
48 menit yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
54 menit yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved