Agar konsumen tak kaget harga naik
Kamis, 26 Juli 2012 - 14:28 WIB
Agar konsumen tak kaget harga naik
A
A
A
Sindonews.com - Rencana para pedagang tempe-tahu untuk mogok massal rupanya memang bukan tanpa alasan. Hal itu dimaksudkan agar konsumen tidak kaget dengan kenaikan harga yang akan diberlakukan pada hari Sabtu mendatang.
"Ini memang dari Koperasi itu minta supaya kita (pengrajin tempe) libur jualan buat tiga hari," terang salah seorang pengrajin tempe yang biasa berdagang di pasar Kebayoran Baru, Sanuwun kepada Sindonews, Kamis (26/7/2012).
Tak hanya mogok berdagang, para pedagang juga menggelar aksi sweeping ke sejumlah pasar tradisional di Jakarta Selatan dan Bintaro guna memastikan tak ada satu pun pedagang tahu-tempe yang berjualan. "Ada yang ngumpet-ngumpet jualan, tapi ya itu digerecokin (disweeping) sama temen-temen yang mogok dagang. Biar solidaritas katanya," lanjutnya lagi.
Kendati demikian, dirinya mengaku tidak kecewa dengan apa yang dilakukan rekan-rekannya yang tengah melakukan aksi sweeping tersebut. "Ya, ada benernya juga sih kita disuruh libur tiga hari, jadi nanti pas dagang lagi kalau ada kenaikan harga, konsumen juga nggak kaget," terang laki-laki paruh baya tersebut.
Sanuwun menerangkan, aksi mogok massal ini merupakan hasil keputusan rapat Puskopti DKI Jakarta pada 18 Juli 2012 lalu. "Jadi memang yang minta libur itu dari koperasi. Udah nggak dagang dari hari Rabu ya. Nanti dagang lagi hari Sabtu," tambahnya.
"Ini memang dari Koperasi itu minta supaya kita (pengrajin tempe) libur jualan buat tiga hari," terang salah seorang pengrajin tempe yang biasa berdagang di pasar Kebayoran Baru, Sanuwun kepada Sindonews, Kamis (26/7/2012).
Tak hanya mogok berdagang, para pedagang juga menggelar aksi sweeping ke sejumlah pasar tradisional di Jakarta Selatan dan Bintaro guna memastikan tak ada satu pun pedagang tahu-tempe yang berjualan. "Ada yang ngumpet-ngumpet jualan, tapi ya itu digerecokin (disweeping) sama temen-temen yang mogok dagang. Biar solidaritas katanya," lanjutnya lagi.
Kendati demikian, dirinya mengaku tidak kecewa dengan apa yang dilakukan rekan-rekannya yang tengah melakukan aksi sweeping tersebut. "Ya, ada benernya juga sih kita disuruh libur tiga hari, jadi nanti pas dagang lagi kalau ada kenaikan harga, konsumen juga nggak kaget," terang laki-laki paruh baya tersebut.
Sanuwun menerangkan, aksi mogok massal ini merupakan hasil keputusan rapat Puskopti DKI Jakarta pada 18 Juli 2012 lalu. "Jadi memang yang minta libur itu dari koperasi. Udah nggak dagang dari hari Rabu ya. Nanti dagang lagi hari Sabtu," tambahnya.
(gpr)
Lihat Juga :