Bongkar kartel kedelai, Kemendag harus gandeng KPK

Minggu, 29 Juli 2012 - 14:22 WIB
Bongkar kartel kedelai,...
Bongkar kartel kedelai, Kemendag harus gandeng KPK
A A A
Sindonews.com - Komisi III DPR mengimbau kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI terbuka untuk bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyelidikan peran oknum pemerintah yang membuka akses bagi terbentuknya kartel impor kedelai.

"Memberi kuasa impor kedelai kepada segelintir orang tidak bisa dilepaskan dari peran oknum pemerintah. Sebab, kepada siapa saja izin impor kedelai diberikan hanya ditentukan oleh pemerintah. Dalam hal ini Kementerian Perdagangan RI," kata Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo di Jakarta, Minggu (29/7/2012).

Sebaiknya, oknum pemerintah di balik kartel kedelai harus diperiksa terlebih dahulu sebelum memberikan sanksi kepada anggota kartel kedelai sebagaimana perintah Presiden SBY. Oknum pemerintah ini sendiri diduga menyalahgunakan kekuasaan untuk memberikan monopoli impor kedelai.

Kemendag sendiri dirasa mampu memprediksi kekeringan di AS. Sehingga Kemendag bisa merancang program pengadaan atau pengamanan stok kedelai hingga ke level yang aman. Tapi sayangnya, hal itu tidak bisa secara efektif dilakukan, karena kewenangan prediksi itu sudah "dirampas" oleh kartel kedelai.

Penyuapan anggota kartel kepada oknum pemerintah untuk menghapus prediksi kekeringan di AS inilah yang bisa dijadikan pintu masuk bagi KPK untuk melakukan penyelidikan. Selain itu, menurut undang-undang (UU) anti monopoli, kartel dilarang karena menerapkan mekanisme perdagangan yang tidak sehat. "Setahu saya, larangan tentang kartel di Indonesia pun sudah dipertegas dalam pasal 11 UU No. 5/1999 Tentang Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat," jelas Bambang.

Melihat UU di atas, pembiaran eksistensi kartel kedelai di Indonesia oleh pemerintah sangatlah aneh. Lalu, kartel sebagai pemonopoli yang dilakukan sekelompok orang dengan tujuan mengatur produksi atau pengadaan barang, sekaligus menetapkan harganya, sungguh sangat menyengsarakan pengusaha maupun pedagang yang memakai bahan kedelai untuk memproduksi usahanya.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Solutif! Harga Kedelai...
Solutif! Harga Kedelai Melonjak, Partai Perindo: Perbaiki Tata Kelola Impor & Tingkatkan Produksi Lokal
Berita Terkini
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
5 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
32 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
54 menit yang lalu
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
1 jam yang lalu
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
1 jam yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jenderal Hoegeng...
Kisah Jenderal Hoegeng Menyamar Jadi Hippies, Turun Langsung Bongkar Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved