Langka, kedelai hilang di NTT

Minggu, 29 Juli 2012 - 15:39 WIB
Langka, kedelai hilang...
Langka, kedelai hilang di NTT
A A A
Sindonews.com - Jika beberapa hari lalu kedelai masih bisa diperoleh, walau dengan harganya Rp10 ribu perkilogram, kini kelangkaan kedelai terjadi di kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT. Tak lagi ada pedagang yang menjual bahan baku tahu dan tempe ini di pasar setempat.

Seperti terpantau di Pasar Inprers Matawai, yakni pasar terbesar di Pulau Sumba itu, Minggu (29/7/2012), para pedagang mengaku harga kedelai sempat meroket hingga Rp10 ribu rupiah perkilogramnya. Namun sayang kini kedelai justru tak lagi bisa dijumpai di pasar setempat.

“Kedelai sekarang tidak ada, sudah lebih dari 10 hari kosong, kami tak lagi menjulanya,” jelas Amnah, salah seorang pedagang aneka kebutuhan sembako kepada wartawan.

Tak hanya kedelai, harga sejumlah bahan pokok lainnya juga berangsur naik. Harga telur ayam naik menjadi Rp40 ribu hingga Rp43 ribu per papannya (per 30 butir) dari sebelumnya 35 ribu rupiah per papannya. Juga dengan harga gula pasir turut melonjak dari Rp12 ribu per kilogramnya menjadi Rp14 ribu hingga Rp16 ribu rupiah per kilogramnya.

"Bagaimana tidak naik, hampir seluruh barang termasuk gula, telur dan kedelai didatangkan dari Jawa. Kalau di Jawa saja sudah susah apalagi disini. Lihat saja tahu dan tempe yang saya jual ini, lebih kecil dari biasanya. Ini hanyalah siasa stok kedelei. Orang bilang ini tahu unyil,” urai Sulasmi seorang pedagang tahu dan tempe ketika ditanya wartawan dan pembeli terkait tahu dan tempenya yang lebih mini ukurannya dari biasanya.

Naiknya harga sejumlah bahan pokok ini, memang lazim terjadi setiap jelang hari besar keagamaan. Namun sayangnya, hingga kini belum ada intervensi pemerintah yang nyata dilakukan, selain dari sekedar imbauan dan janji-janji.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Kedelai Impor Tembus...
Kedelai Impor Tembus Rp1,2 Juta, Pedagang Tempe dan Tahu Dilema Naikkan Harga
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Berita Terkini
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
35 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
43 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved