Semangat, modal mantan OB berbisnis susu jahe

Minggu, 29 Juli 2012 - 18:53 WIB
Semangat, modal mantan...
Semangat, modal mantan OB berbisnis susu jahe
A A A

DENGAN
semakin terbukanya persaingan di dunia usaha terutama di bisnis kuliner rupanya tak meruntuhkan semangat Riman (21 tahun) untuk ambil bagian dalam bisnis tersebut. Baginya, tak ada yang mustahil selama masih punya semangat dan kreativitas.

Riman sendiri adalah mantan pegawai di sebuah perusahaan di bilangan Jakarta. Dirinya berhenti bekerja setelah masa kontrak selama dua tahun dengan perusahaannya tersebut selesai dan tidak diperpanjang. Dirinya pun kemudian banting stir dan menjadi wirausahawan muda di bidang kuliner.

Dirinya mengaku semua usahanya tersebut didasarkan kemauan keras ditambah sedikit kreativitas agar usahanya tersebut bisa berjalan. "Yang penting mah asal mau usaha aja. Terus harus kreatif juga buat bikin usaha yang beda," terangnya saat dijumpai Sindonews, di tempat usahanya di bilangan Lenteng Agung.

Berawal dari keinginannya berwirausaha, dirinya kemudian sering mondar mandir warnet (warung internet) untuk mencari model usaha yang sesuai dengan keinginannya. Adalah susu jahe, yang dipilihnya sebagai produk kuliner yang kemudian digelutinya hingga saat ini.

"Makanya jadi orang yang ngikut perkembangan zaman itu penting. Semua ini, dari mulai resep sampe bahan-bahannya semua saya dapet dari internet," terangnya antusias.

Bermodalkan gaji terakhirnya sebagai Office Boy (OB) di perusahaan tempatnya bekerja dulu, Riman memulai usahanya. Uang tersbut kemudian dipergunakan membeli bahan baku yakni susu cair dan dan jahe, gerobak, Spanduk (dekorasi gerobak), dan perlengkapan lainnya. “Bahannya simple cuma jahe, susu kental manis, sama air. Perlengkapannya juga dapetnya gampang, paling gelas ama gerobak,” ceritanya.

Upaya pemasaran yang dilakukan Riman pun cukup sederhana namun demikian butuh kecermatan ekstra. Riman hanya memasang spanduk yang menginformasikan produknya, serta keterangan bahwa usahanya pun menerima pesanan susu jahe. Sepanduk tersebut dibentangkan di salah satu sisi gerobak yang langsung menghadap ke jalanan sehingga mudah terlihat.

Menggunakan gerobak pun diakuinya bukan tanpa alasan. "Selain biaya lebih murah dibanding harus menyewa ruko (rumah toko), pakai gerobak itu lebih gampang pindah-pindah," paparnya.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan kejelian memilih lokasi berjualan, juga sangat menentukan keberhasilan usahanya. Kuncinya adalah, harus dipastikan lokasi tempatnya berdagang harus mudah terlihat calon pelanggan.

"Nah tinggal kita harus jeli nentuin titik tempat kita dagang, jadi bisa keliatan. Kaya di sini, (sembari menunjuk tempatnya berdagang yang teletak di pinggir jalan Lenteng Agung). Kalau di ruko kan, belum tentu dagangan kita keliatan. Apalagi susu jahe, siapa yang mau lihat kalau di jejerin sama dagangan lain, kalau ruko tu kan modelnya berjejer gitu," paparnya sembari diselingi canda.

Selain rasanya enak, harga susu jahe yang dijual Riman cukup murah, yakni Rp3.000 per gelasnya. Jadilah pengendara motor yang bisa melintasi jalan raya Lenteng Agung (arah Depok) tersebut menjadi konsumen setia yang melakukan repeat order dan bahkan corong promosi baru bagi Riman.

Diakuinya, sekali berjualan, dirinya menghabiskan waktu yang tidak terlalu panjang yakni dari sekitar pukul 17.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. "Biasanya buka dari jam 5 sore sampe jam 10 malam. Bawa 2 galon wedang jahe (sari rebusan jahe) sama susu kental manis, itu selalu abis. Tapi kalau sepi kadang jam 12.00 malem baru abis," ceritanya.

Dengan metode penjualan tersebut, dirnya mengaku bisa meraup omset hingga Rp600 ribu per harinya (atau Rp18 juta per bulan) dengan margin keuntungan 40 persen per bulan. Penjualan biasanya melonjak dua kali lipat pada akhir pekan dan hari libur.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
Kisah Inspiratif UMKM...
Kisah Inspiratif UMKM Berkembang Pesat
Kisah Inspiratif, Buruh...
Kisah Inspiratif, Buruh Pabrik Telaten Kembangkan Usaha Telur Puyuh yang Berbuah Cuan
Kisah Sipetek Food,...
Kisah Sipetek Food, Banting Setir Karyawan Migas Jadi Pengepul Sampah Ikan Beromzet Ratusan Juta
Kisah Mantan Karyawan...
Kisah Mantan Karyawan Toko Jadi Pengusaha Batik hingga Go Global
Sukses di Usia Muda:...
Sukses di Usia Muda: dari Lensa Kamera, Ferdi Sulap Hobi Jadi Bisnis Jutaan dengan Alasfotoprops dan Dukungan Shopee
Berita Terkini
IHSG Babak Belur di...
IHSG Babak Belur di Paruh Pertama 2026, Modal Asing Sepanjang Juni Kabur Rp19,63 Triliun
9 menit yang lalu
Tren Liburan Jarak Dekat...
Tren Liburan Jarak Dekat Meningkat, Traveloka Hadirkan Diskon Perjalanan
32 menit yang lalu
Evaluasi Sukses, Perpindahan...
Evaluasi Sukses, Perpindahan Layanan Umrah ke Terminal 2F Dipercepat Jadi 10 Juli!
47 menit yang lalu
Dorong Budaya Taat Pajak,...
Dorong Budaya Taat Pajak, Bapenda DKI Jakarta Beri Apresiasi Wajib Pajak PKB Teladan
58 menit yang lalu
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
1 jam yang lalu
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam
2 jam yang lalu
Infografis
Johan Budi, Mantan Jubir...
Johan Budi, Mantan Jubir KPK Diangkat Jadi Komisaris Transjakarta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved