Jual sembako murah, koperasi gelontorkan Rp1 miliar
Minggu, 29 Juli 2012 - 19:06 WIB
Jual sembako murah, koperasi gelontorkan Rp1 miliar
A
A
A
Sindonews.com - Gerakan koperasi yang tergabung pada panitia Ramadan Festival (Ramfes) 2012 mengalokasikan dana sekitar Rp1 miliar untuk pengadaan sembako murah bagi masyarakat.
Menurut Ketua Umum Ramfes 2012, Andra A Ludin, setiap harinya akan ada sekitar 1.000 paket sembako yang di jual kepada masyarakat. Harga satu paket sembako Rp50 ribu, berisi 5 kg beras, daging, mie instan, gula pasir, minyak goreng, dan lainnya.
"Penjualan paket sembako akan dilakukan selama 15 hari, dari 28 Juli sampai 12 Agustus. Total paket sembako yang kami siapkan sekitar 15 ribu paket," jelas Andra A Ludin di sela-sela pembukaan Ramfes 2012 di kawasan Senbik, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Minggu (29/7/2012).
Menurut dia, untuk pengadaan sebanyak 15 ribu paket sembako, panitia yang tergabung dalam gerakan koperasi menggelontorkan dana sekitar Rp452 juta lebih untuk mensubsidi ribuan paket sembako itu. Setiap paket sembako, panitia mensubsidi 30 persen dari harga jual normal sembako saat ini. Sehingga, harga jual sembako dari pantia menjadi Rp50 ribu per paket.
Menurut dia, masyarakat yang bisa membeli paket sembako adalah yang telah memiliki kupon. Penjualan paket sembako, diarahkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Penukaran paket sembako dilakukan setiap hari, mulai pukil 15.00 - 21.00 WIB.
Pejabat Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Jabar Yaya Sunarya mengatakan, keterlibatan koperasi menjual sembako murah, diharapkan ikut menstabilkan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok di pasaran. Terlebih, harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran cenderung naik.
"Kami telah melakukan himbauan agar koperasi di daerah lainnya juga menggelar event serupa. Terutama pengadaan paket sembako murah," timpal dia. Selain penjualan paket sembako, juga bisa diadakan festival atau bazar yang mengangkat potensi UMKM lokal. Seperti produk fesyen, kuliner, aksesoris, dan lainnya.
Diakui dia, kegiatan seperti itu dapat menjadi tempat bagi koperasi dan UMKM untuk memasarkan berbagai produknya. “Kendala yang dihadapi koperasi dan UMKM adalah keterbatasan akses pasar. Harapan kita lewat ajang ini akan tercipta jejaring bisnis diantara pelaku KUMKM maupun dengan masyarakat,” kata Yaya.
Era globalisasi, lanjut dia, menciptakan persaingan bisnis yang tak jarang bisa mematikan pelaku usaha koperasi, UMKM, bahkan pengusaha besar. Solusi atas masalah tersebut, bisa dilakukan dengan membangun usaha kelompok dan dilakukan secara kolektif.
Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf mengatakan, Pemprov terus berupaya agar koperasi dapat terlibat aktif mengangkat ekonomi masyarakat. Pasar murah bagi masyarakat juga sejalan dengan upaya Pemprov Jabar mengadakan acara serupa dengan alokasi dana senilai Rp10 miliar.
"Acara ini sejalan dengan upaya Pemprov Jabar menggelar pasar murah selama Ramadan 2012. Tujuannya, menstabilkan harga kebutuhan pokok," timpal dia.
Menurut Ketua Umum Ramfes 2012, Andra A Ludin, setiap harinya akan ada sekitar 1.000 paket sembako yang di jual kepada masyarakat. Harga satu paket sembako Rp50 ribu, berisi 5 kg beras, daging, mie instan, gula pasir, minyak goreng, dan lainnya.
"Penjualan paket sembako akan dilakukan selama 15 hari, dari 28 Juli sampai 12 Agustus. Total paket sembako yang kami siapkan sekitar 15 ribu paket," jelas Andra A Ludin di sela-sela pembukaan Ramfes 2012 di kawasan Senbik, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Minggu (29/7/2012).
Menurut dia, untuk pengadaan sebanyak 15 ribu paket sembako, panitia yang tergabung dalam gerakan koperasi menggelontorkan dana sekitar Rp452 juta lebih untuk mensubsidi ribuan paket sembako itu. Setiap paket sembako, panitia mensubsidi 30 persen dari harga jual normal sembako saat ini. Sehingga, harga jual sembako dari pantia menjadi Rp50 ribu per paket.
Menurut dia, masyarakat yang bisa membeli paket sembako adalah yang telah memiliki kupon. Penjualan paket sembako, diarahkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Penukaran paket sembako dilakukan setiap hari, mulai pukil 15.00 - 21.00 WIB.
Pejabat Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) Jabar Yaya Sunarya mengatakan, keterlibatan koperasi menjual sembako murah, diharapkan ikut menstabilkan kenaikan harga-harga kebutuhan pokok di pasaran. Terlebih, harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran cenderung naik.
"Kami telah melakukan himbauan agar koperasi di daerah lainnya juga menggelar event serupa. Terutama pengadaan paket sembako murah," timpal dia. Selain penjualan paket sembako, juga bisa diadakan festival atau bazar yang mengangkat potensi UMKM lokal. Seperti produk fesyen, kuliner, aksesoris, dan lainnya.
Diakui dia, kegiatan seperti itu dapat menjadi tempat bagi koperasi dan UMKM untuk memasarkan berbagai produknya. “Kendala yang dihadapi koperasi dan UMKM adalah keterbatasan akses pasar. Harapan kita lewat ajang ini akan tercipta jejaring bisnis diantara pelaku KUMKM maupun dengan masyarakat,” kata Yaya.
Era globalisasi, lanjut dia, menciptakan persaingan bisnis yang tak jarang bisa mematikan pelaku usaha koperasi, UMKM, bahkan pengusaha besar. Solusi atas masalah tersebut, bisa dilakukan dengan membangun usaha kelompok dan dilakukan secara kolektif.
Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf mengatakan, Pemprov terus berupaya agar koperasi dapat terlibat aktif mengangkat ekonomi masyarakat. Pasar murah bagi masyarakat juga sejalan dengan upaya Pemprov Jabar mengadakan acara serupa dengan alokasi dana senilai Rp10 miliar.
"Acara ini sejalan dengan upaya Pemprov Jabar menggelar pasar murah selama Ramadan 2012. Tujuannya, menstabilkan harga kebutuhan pokok," timpal dia.
(and)
Lihat Juga :