RI mampu swasembada kedelai

Senin, 30 Juli 2012 - 11:31 WIB
RI mampu swasembada...
RI mampu swasembada kedelai
A A A
Sindonews.com – Sejatinya sampai sekarang bangsa ini sudah cukup banyak berinovasi pada bibit unggul kedelai. Ironisnya, Indonesia belum mampu menutupi kebutuhannya akan produk kedelai.

Padahal melalui teknik budidaya yang baik, hasil kedelai akan melimpah dan cukup menjanjikan dibanding tanaman palawija lainnya. “Inti dari pembudidayaan kedelai ialah harus dilakukan teknik yang benar agar hasil panennya bisa melimpah.Tetapi harga jual kedelai juga harus ditetapkan bagus oleh pemerntah. Saya yakin banyak petani yang mau beralih menanam kedelai dan Indonesia bisa swasembada kedelai,” papar Dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Setyastuti Purwanti, kemarin.

Ditemui di Kampus UGM, Setyastuti mengatakan,pada tanaman kedelai yang perlu diperhatikan adalah pemeliharaannya. Petani kedelai lebih baik bertindakan preventif dari pada kuratif,mulai dari penyiangan, pemupukan,dan perlindungan terhadap hama penyakit. “Hama dan gulma pada tanaman kedelai jangan dibiarkan karena jika sudah terkena hama, hasil panen kedelai bisa turun 40 persen. Dan ini tentu merugikan petani. Selain itu, pupuk yang digunakan selalu disarankan menggunakan pupuk kadang,” kata peneliti yang mengembangkan bibit kedelai hitam mallika ini.

Kedelai merupakan tanaman yang mampu tumbuh dilahan apapun, termasuk hutan bahkan di perbukitan. Kemudahan ini membuat petani tidak perlu mengalihkan lahan pertaniannya yang telah ditanami padi untuk ditanami kedelai. Diakui sejak awal, tanaman kedelai sangat cocok dibuat usaha sambilan bagi petani.

“Lahan yang akan digunakan bisa dimana saja asalkan lahan tersebut cukup air, cukup sinar, dan cukup diberi pupuk. Kami sudah coba mendampingi petani di Bantul dan Trenggalek untuk kedelai hitam,” ucap Setyastuti seraya menambahkan, buktinya para petani di sana mampu melakukan budidaya yang benar dengan hasil melimpah.

Belum lama ini, Rektor UGM Pratikno menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi kerawanan pangan yang dihadapi bangsa Indonesia, sehubungan melonjaknya harga pangan kedelai dunia yang berdampak pada perajin tempe.

Menurut dia,ketergantungan Indonesia terhadap pangan impor kedelai sangat tinggi.Namun tidak pernah didukung kebijakan upaya peningkatkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional. ”Akibatnya, Indonesia kewalahan dan nyaris tidak bisa berbuat banyak apabila terjadi permasalahan suplai pangan di negara asal pengimpor,” kata Soetikno.

Adanya kelangkaan bahan baku tempe,menurut Pratikno mengindikasikan, Indonesia tengah menghadapai krisis pangan yang sangat serius. Sehingga perlu segera dirumuskan jalan keluar yang tepat.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Solutif! Harga Kedelai...
Solutif! Harga Kedelai Melonjak, Partai Perindo: Perbaiki Tata Kelola Impor & Tingkatkan Produksi Lokal
Berita Terkini
Harga Emas Antam dan...
Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp20.000 per Gram, Ini Rinciannya
1 jam yang lalu
Perkuat Tata Kelola...
Perkuat Tata Kelola Keamanan Informasi, MNC Sekuritas Perpanjang Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
3 jam yang lalu
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
3 jam yang lalu
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
4 jam yang lalu
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
4 jam yang lalu
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved