Pemerintah butuh buffer stock kedelai

Senin, 30 Juli 2012 - 12:54 WIB
Pemerintah butuh buffer...
Pemerintah butuh buffer stock kedelai
A A A
Sindonews.com - Mengingat tingginya kebutuhan kedelai dan besarnya ketergantungan terhadap kedelai impor, maka kebijakan pasar yang dibuat pemerintah semestinya menerapkan buffer stock (stok penyangga) untuk mengantisipasi sekaligus melakukan minimalisasi gejolak harga komoditas seperti halnya kedelai.

"Kenaikan harga kedelai di pasar dalam dua minggu terakhir, telah memberikan dampak yang sangat signifikan bagi pengrajin tahu tempe di seluruh Indonesia," terang Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Tajudi Nursahid di depan para awak media saat konferensi pers di ruang Audio Visual, Kantor KPPU, Jakarta, Senin (30/7/2012).

Kebutuhan terhadap kedelai di Indonesia setiap tahun mengalami peningkatan. Tercatat, kebutuhan kedelai tahun 2012 hingga semester I sebesar 2,2 juta ton dibanding kebutuhan tahun 2011 sebesar 2,61 juta ton. Dari kebutuhan tersebut, rata-rata yang mampu dipenuhi oleh kebutuhan dalam negeri sekitar 25-30 persen di mana sisanya diperoleh dari berbagai negara melalu mekanisme Impor.

"Dengan demikian, ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor, sangat besar sehingga sangat berpengaruh terhada fluktuasi harga," ujarnya.

Untuk itu, lanjut Tajudin, KPPU sedang melakukan langkah-langkah pengawasan terhadap pola pergerakan harga yang terjadi di pasar kedelai nasional, terutama di basis-basis konsumen kedelai impor yang hampir 78 persennya terkonsentrasi di 5 provinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY dan Bali.

Kesimpulannya, pemerintah harus mengeluarkan langkah atau kebijakan fundamental agar persoalan kenaikan harga kedelai tidak terulang dan dapat diantisipasi. Dirinya menawarkan dua hal guna memecahkan permasalahan tersebut.

"Menerapkan buffer stock yang dikontrol penuh oleh pemerintah untuk mengantisipasi. Sekaligus meminimalisasi gejolak harga komoditas seperti halnya kedelai," sebutnya.

Kemudian yang kedua, lanjutnya lagi, pemerintah harus meningkatkan produksi kedelai dalam negeri untuk mengurangi tingginya tingkat ketergantungan terhadap kedelai impor. "Karena itu perlu ada kebijakan teknis meningkatkan produksi kedelai nasional," simpulnya.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Kedelai Impor Tembus...
Kedelai Impor Tembus Rp1,2 Juta, Pedagang Tempe dan Tahu Dilema Naikkan Harga
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Berita Terkini
IHSG Babak Belur di...
IHSG Babak Belur di Paruh Pertama 2026, Modal Asing Sepanjang Juni Kabur Rp19,63 Triliun
8 menit yang lalu
Tren Liburan Jarak Dekat...
Tren Liburan Jarak Dekat Meningkat, Traveloka Hadirkan Diskon Perjalanan
32 menit yang lalu
Evaluasi Sukses, Perpindahan...
Evaluasi Sukses, Perpindahan Layanan Umrah ke Terminal 2F Dipercepat Jadi 10 Juli!
47 menit yang lalu
Dorong Budaya Taat Pajak,...
Dorong Budaya Taat Pajak, Bapenda DKI Jakarta Beri Apresiasi Wajib Pajak PKB Teladan
57 menit yang lalu
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
1 jam yang lalu
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved