KPPU telusuri dugaan kartel di balik harga kedelai

Senin, 30 Juli 2012 - 14:59 WIB
KPPU telusuri dugaan...
KPPU telusuri dugaan kartel di balik harga kedelai
A A A
Sindonews.com - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menenggarai indikasi dugaan kartel di balik melambungnya harga kedelai belakangan ini. Untuk itu, KPPU akan menelusuri indikasi dugaan kartel dengan melambungnya harga kedelai ini.

"Ya kita akan memulai proses itu karena kondisinya sama seperti tahun 2008," kata Kepala Biro Hukum dan Humas KPPU Ahmad Junaidi di kantornya, Jakarta, Senin (30/7/2012).

"Tahun 2009, 2010 dan 2011 harga fine saja, tahun sekarang ini mulai sedemikian tinggi sama seperti tahun 2008," tambahnya.

Data KPPU pada tahun 2008, struktur pasar importasi kedelai ini bersifat oligopolistik dengan indikasi bahwa 74,66 persen pasokan kedelai ke dalam negeri yang dilakukan dikuasai sejumlah importir seperti PT Cargill Indonesia, PT Gerbang Cahaya Utama, PT Alam Agri Adiperkasa dan PT Cita Bhakti Mulia.

Selain itu, lanjutnya, KPPU juga sedang melakukan langkah-langkah pengawasan terhadap pola pergerakan harga yang terjadi di pasar kedelai nasional terutama di basis-basis konsumen kedelai impor yang hampir 78 persennya terkonsentrasi di 5 provinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Bali.

KPPU, menurut Junaidi, juga menyarankan perlunya menerapkan sistem buffer stock yang dikontrol penuh pemerintah untuk mengantisipasi sekaligus meminimalisasi gejolak harga komoditas kedelai.

"Kita percaya pemerintah memiliki kemampuan untuk memproyeksikan terjadinya penurunan pasokan kedelai di pasar dunia seperti yang terjadi saat ini," terangnya.

Pemerintah, tambahnya, juga harus meningkatkan produksi kedelai dalam negeri untuk mengurangi tingginya tingkat ketergantungan terhadap kedelai impor.

"Keberhasilan pencanganan program intensifikasi khusus kedelai pada tahun 1982 perlu dipertimbangkan kembali karena kebijakan ini sangat strategis untuk meminimalisasi perilaku pasar yang oligopolistik," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Solutif! Harga Kedelai...
Solutif! Harga Kedelai Melonjak, Partai Perindo: Perbaiki Tata Kelola Impor & Tingkatkan Produksi Lokal
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
10 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved