IHSG berharap pengaruh laporan keuangan emiten
Selasa, 31 Juli 2012 - 05:28 WIB
IHSG berharap pengaruh laporan keuangan emiten
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan berada pada support 4.048-4.073 dan resistance 4.107-4.120 untuk perdagangan hari ini.
"IHSG membentuk pola spinning dimana sebelumnya telah membentuk pola White Marubozu. Posisi candle menyentuh tipis upper bollinger bands. MACD masih bergerak naik dan membentuk golden cross dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak naik mendekati area overbought," ungkap analis Indosurya Asset Management, Reza Priambada kepada Sindonews.com, di Jakarta, Selasa (31/7/2012).
Menurutnya, dari candle yang terbentuk mengindikasikan akan adanya peluang reversal turun. Meskipun, indikator teknikal lainnya masih menunjukkan potensi kenaikan. Namun, bentuk candle menyatakan lain sehingga ada peluang untuk terkoreksi. Maka dari itu, Reza menyarankan agar pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap adanya potensi pembalikan arah.
"Kalaupun nantinya terjadi penurunan, namun diharapkan masih terbatas dengan adanya rilis laporan keuangan emiten yang mulai banyak keluar," tambahnya.
Sedangkan untuk beberapa saham yang mesti diperhatikan adalah PT BW Plantation Tbk (BWPT), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI), dan PT Media Nusantara Citra (MNCN).
Disamping itu, Reza menambahkan, bursa saham Eropa terlihat masih bergerak di zona hijau terimbas dari komitmen ECB dan para petinggi Uni Eropa yang berupaya untuk mengurangi dampak krisis. Sedangkan di sisi lain, bursa saham AS diperkirakan akan mulai menunjukkan pelemahan karena kekhawatiran makin melambatnya ekonomi AS.
"Bila bursa saham Eropa bisa bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan dan bursa saham AS bisa berbalik arah menjadi positif maka untuk masih ada ruang kenaikan bagi bursa saham Asia, termasuk IHSG," pungkasnya.
"IHSG membentuk pola spinning dimana sebelumnya telah membentuk pola White Marubozu. Posisi candle menyentuh tipis upper bollinger bands. MACD masih bergerak naik dan membentuk golden cross dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak naik mendekati area overbought," ungkap analis Indosurya Asset Management, Reza Priambada kepada Sindonews.com, di Jakarta, Selasa (31/7/2012).
Menurutnya, dari candle yang terbentuk mengindikasikan akan adanya peluang reversal turun. Meskipun, indikator teknikal lainnya masih menunjukkan potensi kenaikan. Namun, bentuk candle menyatakan lain sehingga ada peluang untuk terkoreksi. Maka dari itu, Reza menyarankan agar pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap adanya potensi pembalikan arah.
"Kalaupun nantinya terjadi penurunan, namun diharapkan masih terbatas dengan adanya rilis laporan keuangan emiten yang mulai banyak keluar," tambahnya.
Sedangkan untuk beberapa saham yang mesti diperhatikan adalah PT BW Plantation Tbk (BWPT), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI), dan PT Media Nusantara Citra (MNCN).
Disamping itu, Reza menambahkan, bursa saham Eropa terlihat masih bergerak di zona hijau terimbas dari komitmen ECB dan para petinggi Uni Eropa yang berupaya untuk mengurangi dampak krisis. Sedangkan di sisi lain, bursa saham AS diperkirakan akan mulai menunjukkan pelemahan karena kekhawatiran makin melambatnya ekonomi AS.
"Bila bursa saham Eropa bisa bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan dan bursa saham AS bisa berbalik arah menjadi positif maka untuk masih ada ruang kenaikan bagi bursa saham Asia, termasuk IHSG," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :