Konsumsi Pertamax diperkirakan naik 20%
Rabu, 01 Agustus 2012 - 17:01 WIB
Konsumsi Pertamax diperkirakan naik 20%
A
A
A
Sindonews.com - Konsumsi pertamax di Jawa Barat diperkirakan naik 20 persen dari konsumsi normal sebanyak 321 kiloliter (kl) menjadi sekitar 385,2 kl per hari.
Peningkatan konsumsi BBM nonsubsidi, setelah pemerintah mewajibkan penggunakan pertamax bagi mobil dinas per 1 Agustus 2012.
Public Relation PT Pertamina Regional III Susi Prasetya menjelaskan, penerapan pembatasan BBM berubsidi bagi mobil dinas diprediksi menaikkan konsumsi pertamax sebesar 20 persen.
Disebutkan Susi, pada kondisi normal (sebelum tanggal 1 Agustus 2012) konsumsi pertamax di Jabar rata-rata mencapai 321 KL per hari. Konsumsi terbesar ada di wilayah perkotaan. "Untuk di daerah, kami telah menambah SPBU yang melayani pertamax," jelas Susi.
Susi mengklaim, dari sekitar 897 SPBU di Jawa Barat, sekitar 874 SPBU telah menjual pertamax dan pertamax plus. Artinya, hampir 97 persen SPBU di Jabar telah menjual pertamax. Sedangkan sisanya, beberapa SPBU yang ada di pelosok.
Ketika disinggung kesiapan pasokan pertamax oleh Pertamina, Susi menjelaskan, tidak ada kendala soal pasokan pertamax ke SPBU, walaupun terjadi peningkatan konsumsi sampai 20 persen.
Pertamina, lanjut dia, akan memenuhi berapapun permintaan pertamax dari SPBU. “Untuk Jabar tidak akan kekurangan pasokan. Kebutuhan pertamax disangga oleh empat Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM). Yaitu TBBM Balongan, TBBM Cikampek, TBBM Ujungberung, dan TBBM Tasikmalaya," jelasnya.
Sementara itu, pantuan SINDO di sejumlah SPBU di Kota Bandung, sebagian besar mobil dinas telah beralih menggunakan pertamax atau pertamax plus. Pengawas SPBU 3440128 Dedi Setiadi mengatakan, sejak diberlakukannya penggunaan pertamax untuk mobil dinas, tidak ada mobil dinas yang menggunakan BBM jenis premium.
“Sampai sore ini (kemarin), hampir semua kendaraan dinas terpantau menggunakan pertamax,” jelas Dedi Setiadi di Jalan Surapati, Kota Bandung.
Diakui dia, semua kendaraan berplat merah, langsung diarahkan ke pompa BBM jenis pertamax. SPBU-nya, menyiapkan dua nozzle untuk pertamax dan pertamax plus.
Dedi memperkirakan, setelah aturan tersebut di berlakukan, konsumsi pertamax di SPBU-nya diprediksi akan naik 30% dari konsumsi pertamax sekitar 1500 liter per hari.
Suplai pertamax sebanyak 8000 liter, diperkirakan akan habis dalam waktu tiga sampai empat hari. Pada kondisi normal, suplai sebanyak itu bisa untuk empat sampai lima hari.
Hal serupa juga dikatakan pengawas SPBU 31.40236 Dani Mardani. SPBU yang berlokasi di Jalan Laswi, Kota Bandung, terpantua tidak ada mobil dinas yang membeli premium. Meliputi kendaraan TNI, Polri, kendaraan BUMN-BUMD, dan lainnya. “Kalau ada yang membeli premium, kita akan catat nomor kendaraannya,” timpal dia.
Peningkatan konsumsi BBM nonsubsidi, setelah pemerintah mewajibkan penggunakan pertamax bagi mobil dinas per 1 Agustus 2012.
Public Relation PT Pertamina Regional III Susi Prasetya menjelaskan, penerapan pembatasan BBM berubsidi bagi mobil dinas diprediksi menaikkan konsumsi pertamax sebesar 20 persen.
Disebutkan Susi, pada kondisi normal (sebelum tanggal 1 Agustus 2012) konsumsi pertamax di Jabar rata-rata mencapai 321 KL per hari. Konsumsi terbesar ada di wilayah perkotaan. "Untuk di daerah, kami telah menambah SPBU yang melayani pertamax," jelas Susi.
Susi mengklaim, dari sekitar 897 SPBU di Jawa Barat, sekitar 874 SPBU telah menjual pertamax dan pertamax plus. Artinya, hampir 97 persen SPBU di Jabar telah menjual pertamax. Sedangkan sisanya, beberapa SPBU yang ada di pelosok.
Ketika disinggung kesiapan pasokan pertamax oleh Pertamina, Susi menjelaskan, tidak ada kendala soal pasokan pertamax ke SPBU, walaupun terjadi peningkatan konsumsi sampai 20 persen.
Pertamina, lanjut dia, akan memenuhi berapapun permintaan pertamax dari SPBU. “Untuk Jabar tidak akan kekurangan pasokan. Kebutuhan pertamax disangga oleh empat Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM). Yaitu TBBM Balongan, TBBM Cikampek, TBBM Ujungberung, dan TBBM Tasikmalaya," jelasnya.
Sementara itu, pantuan SINDO di sejumlah SPBU di Kota Bandung, sebagian besar mobil dinas telah beralih menggunakan pertamax atau pertamax plus. Pengawas SPBU 3440128 Dedi Setiadi mengatakan, sejak diberlakukannya penggunaan pertamax untuk mobil dinas, tidak ada mobil dinas yang menggunakan BBM jenis premium.
“Sampai sore ini (kemarin), hampir semua kendaraan dinas terpantau menggunakan pertamax,” jelas Dedi Setiadi di Jalan Surapati, Kota Bandung.
Diakui dia, semua kendaraan berplat merah, langsung diarahkan ke pompa BBM jenis pertamax. SPBU-nya, menyiapkan dua nozzle untuk pertamax dan pertamax plus.
Dedi memperkirakan, setelah aturan tersebut di berlakukan, konsumsi pertamax di SPBU-nya diprediksi akan naik 30% dari konsumsi pertamax sekitar 1500 liter per hari.
Suplai pertamax sebanyak 8000 liter, diperkirakan akan habis dalam waktu tiga sampai empat hari. Pada kondisi normal, suplai sebanyak itu bisa untuk empat sampai lima hari.
Hal serupa juga dikatakan pengawas SPBU 31.40236 Dani Mardani. SPBU yang berlokasi di Jalan Laswi, Kota Bandung, terpantua tidak ada mobil dinas yang membeli premium. Meliputi kendaraan TNI, Polri, kendaraan BUMN-BUMD, dan lainnya. “Kalau ada yang membeli premium, kita akan catat nomor kendaraannya,” timpal dia.
(gpr)
Lihat Juga :