Migas RI belum bisa lepas dari asing

Kamis, 02 Agustus 2012 - 21:43 WIB
Migas RI belum bisa...
Migas RI belum bisa lepas dari asing
A A A
Sindonews.com - Sejak tahun 1970 hingga saat ini, sebagian besar atau mencapai 74 persen wilayah kerja (Wk) Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) masih dikelola oleh perusahaan minyak asing.

"Jadi 74 persen, pengamat berkata di kuasai asing. Bukan dikuasi asing, tapi dikelola oleh asing. kontraknya ini sudah tahun 70," terang Deputi Pengendalian Operasi BP Migas Gde Pradnyana kepada wartawan di kantornya, Kamis (2/8/2012).

Dalam kesempatan tersebut, Gde menjelaskan, saat ini Indonesia masih belum bisa lepas dari campur tangan pihak asing. Pasalnya, investor asing umumnya memiliki sumber daya terutama finansial yang cukup baik. Sehingga mereka berani menanggung resiko jika eksplorasi pada wilayah kerja migas tersebut gagal. Hal tersebut yang belum dimiliki perusahaan lokal.

"Jika kontrak asing dihapus, saya rasa kita masih butuh investior asing yang mampu memikul resiko bisnis yang besar. Seperti di Selat Makassar, jika melakukan satu titik bor mengeluarkan dana USD100-120 juta," ujar Gde mencontohkan.

Risiko pengeboran tentu bukan hal yang murah, karena perusahaan yang melakukan pengeboran belum tentu langsung menemukan hasil. Sehingga menjadi pertaruhan yang besar bagi perusahaan-perusahaan minyak bila tidak memiliki sumber daya finansial yang memadai.

"Mereka yang tidak menemukan sekarang bukan berati di lapangan tersebut tidak ada apa-apa, tergantung pada geolognya juga maka kadang ada pertanyaan di mana adanya minyak ya di kepala geolog," tutur Gde.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Kepala BP Migas...
Mantan Kepala BP Migas Raden Priyono Dituntut 12 Tahun Penjara
Orang Kepercayaan Mantan...
Orang Kepercayaan Mantan Kepala BP Migas Divonis 4 Tahun Penjara
Badai PHK Guncang Industri...
Badai PHK Guncang Industri Migas, BP Pecat 7.700 Karyawan dan Kontraktor
Cari Cadangan Migas...
Cari Cadangan Migas di Kilang Tangguh Papua, BP Tambah Investasi Rp57,6 T
Lepas Saham di Rosneft...
Lepas Saham di Rosneft Saat Perang Ukraina Pecah, Raksasa Migas BP Kehilangan Rp38,8 Triliun
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Berita Terkini
IHSG Babak Belur di...
IHSG Babak Belur di Paruh Pertama 2026, Modal Asing Sepanjang Juni Kabur Rp19,63 Triliun
12 menit yang lalu
Tren Liburan Jarak Dekat...
Tren Liburan Jarak Dekat Meningkat, Traveloka Hadirkan Diskon Perjalanan
36 menit yang lalu
Evaluasi Sukses, Perpindahan...
Evaluasi Sukses, Perpindahan Layanan Umrah ke Terminal 2F Dipercepat Jadi 10 Juli!
50 menit yang lalu
Dorong Budaya Taat Pajak,...
Dorong Budaya Taat Pajak, Bapenda DKI Jakarta Beri Apresiasi Wajib Pajak PKB Teladan
1 jam yang lalu
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
1 jam yang lalu
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam
2 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved