Jakarta butuh Bandara Internasional baru
Kamis, 02 Agustus 2012 - 22:02 WIB
Jakarta butuh Bandara Internasional baru
A
A
A
Sindonews.com - Kapasitas pergerakan pesawat dan penumpang yang makin padat di Bandara Internasional Soekarno Hatta hingga overload, mengakibatkan Jakarta membutuhkan sebuah bandara internasional baru.
"Jakarta tidak mungkin hanya dilayani satu bandara, bila dilihat dari forkas 2020 jumlah penumpang menjadi 70 juta dan di 2030 menjadi 100 juta. Jakarta butuh bandara yang baru," kata Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan Bambang Tjahyono, Kamis (2/8/2012).
Dijelaskan Bambang, kebutuhan akan bandara baru ini masih menunggu keputusan di 2015, karena Kementerian Perhubungan bersama dengan PT Angkasa Pura II masih mencari opsi terkait kebutuhan landasan baru.
Opsi yang saat ini masih digodok, dijelaskan Bambang terdiri dari tiga opsi, yaitu pembangunan cros paralel di utara Bandara Soekarno Hatta, cros independen ataupun pembangunan bandara baru di kawasan Jakarta.
Untuk opsi cros paralel, diperlukan lahan 140 hektare yang harus dibebaskan dengan anggaran mencapai Rp850 miliar Sedangkan untuk cros independen dibutuhkan pembebasan lahan mencapai 830 hektare dengan anggaran Rp4,6 triliun. Opsi terakhir adalah pencarian lahan baru untuk bandara internasional ke dua.
"Bila menggunakan opsi cros paralel kapasitas meningkat 21 persen dengan kebutuhan lahan yang lebih sedikit dan anggaran yang lebih sedkit, bila menggunakan cros independen cakupan kapasitasnya akan meningkat 31 persen tapi dengan kebutuhan lahan dan anggaran yang tinggi," tuturnya lagi.
Hingga saat ini, sudah ada tujuh lokasi yang disurvei. Salah satu lokasi di kawasan Karawang milik Perhutani seluas tiga ribu hektare diprediksi menjadi kandidat kuat bandara internasional kedua di Jakarta.
"Jakarta tidak mungkin hanya dilayani satu bandara, bila dilihat dari forkas 2020 jumlah penumpang menjadi 70 juta dan di 2030 menjadi 100 juta. Jakarta butuh bandara yang baru," kata Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan Bambang Tjahyono, Kamis (2/8/2012).
Dijelaskan Bambang, kebutuhan akan bandara baru ini masih menunggu keputusan di 2015, karena Kementerian Perhubungan bersama dengan PT Angkasa Pura II masih mencari opsi terkait kebutuhan landasan baru.
Opsi yang saat ini masih digodok, dijelaskan Bambang terdiri dari tiga opsi, yaitu pembangunan cros paralel di utara Bandara Soekarno Hatta, cros independen ataupun pembangunan bandara baru di kawasan Jakarta.
Untuk opsi cros paralel, diperlukan lahan 140 hektare yang harus dibebaskan dengan anggaran mencapai Rp850 miliar Sedangkan untuk cros independen dibutuhkan pembebasan lahan mencapai 830 hektare dengan anggaran Rp4,6 triliun. Opsi terakhir adalah pencarian lahan baru untuk bandara internasional ke dua.
"Bila menggunakan opsi cros paralel kapasitas meningkat 21 persen dengan kebutuhan lahan yang lebih sedikit dan anggaran yang lebih sedkit, bila menggunakan cros independen cakupan kapasitasnya akan meningkat 31 persen tapi dengan kebutuhan lahan dan anggaran yang tinggi," tuturnya lagi.
Hingga saat ini, sudah ada tujuh lokasi yang disurvei. Salah satu lokasi di kawasan Karawang milik Perhutani seluas tiga ribu hektare diprediksi menjadi kandidat kuat bandara internasional kedua di Jakarta.
(gpr)
Lihat Juga :