Adira terbitkan obligasi Rp1 T
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 09:53 WIB
Adira terbitkan obligasi Rp1 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Adira Dinamika Multi Finance tbk (ADMF) akan menerbitkan obligasi sebesar Rp1,6 triliun pada semester kedua ini. Obligasi tersebut bagian dari penerbitan obligasi berkelanjutan (PUB) yang ditargetkan mencapai Rp6 triliun.
“Nanti dibahas lagi setelah Lebaran (penerbitan obligasi), mung kin September,” ungkap Direktur Keuangan dan Kepatuhan ADMF I Dewa Made Susila, di Jakarta, Rabu (1/8) malam.
Made menjelaskan, untuk menjaga pertumbuhan aset, perseroan akan meneruskan pendanaan dengan skema pem biayaan bersama (joint financing) dengan induk perusahaan yaitu PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan melakukan diversifikasi sumber pendanaan lain seperti penerbitan mediumterm notes (MTN) dan obligasi.
Menurut Made, obligasi yang akan diterbitkan pada semester dua tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan pendanaan perseroan dalam pengembangan usaha pembiayaan.
“Sumber pendana an kita terbesar dari obligasi dan joint financing perbankan sebesar Rp26 triliun khususnya dari Bank Danamon,” kata Made.
Direktur Utama Adira Willy Suwandi Dharma menambahkan, hingga Juni, pembiayaan Adira mencapai Rp44, 123 triliun atau naik 25 persen jika dibandingkan dengan total pembiayaan semester pertama tahun lalu.
Dari total pembiayaan tersebut, pembiayaan baru tercatat sebesar Rp16,446 triliun atau naik 11 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
“Walaupun ada penurunan penjualan nasional atas sepeda motor sebesar 8 persen di semester I ini, nilai total pembiayaan sepeda motor dan mobil masih meningkat 11 persen,” kata Willy.
Pertumbuhan nilai pembiayaan baru tersebut dikontribusikan dari pembiayaan mobil baru yang nilainya naik 21 persen dan motor bekas yang tumbuh 18 persen dan mobil bekas yang naik 11 persen jika dibandingkan dengan semester pertama tahun lalu.
Willy mengaku, perseroan masih berharap dapat membukukan nilai pembiayaan baru yang cukup baik di tengah perkiraan koreksi pasar sebesar 20 persen hingga 30 persen di semester dua akibat imbas peraturan DP.
“Nanti dibahas lagi setelah Lebaran (penerbitan obligasi), mung kin September,” ungkap Direktur Keuangan dan Kepatuhan ADMF I Dewa Made Susila, di Jakarta, Rabu (1/8) malam.
Made menjelaskan, untuk menjaga pertumbuhan aset, perseroan akan meneruskan pendanaan dengan skema pem biayaan bersama (joint financing) dengan induk perusahaan yaitu PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) dan melakukan diversifikasi sumber pendanaan lain seperti penerbitan mediumterm notes (MTN) dan obligasi.
Menurut Made, obligasi yang akan diterbitkan pada semester dua tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan pendanaan perseroan dalam pengembangan usaha pembiayaan.
“Sumber pendana an kita terbesar dari obligasi dan joint financing perbankan sebesar Rp26 triliun khususnya dari Bank Danamon,” kata Made.
Direktur Utama Adira Willy Suwandi Dharma menambahkan, hingga Juni, pembiayaan Adira mencapai Rp44, 123 triliun atau naik 25 persen jika dibandingkan dengan total pembiayaan semester pertama tahun lalu.
Dari total pembiayaan tersebut, pembiayaan baru tercatat sebesar Rp16,446 triliun atau naik 11 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
“Walaupun ada penurunan penjualan nasional atas sepeda motor sebesar 8 persen di semester I ini, nilai total pembiayaan sepeda motor dan mobil masih meningkat 11 persen,” kata Willy.
Pertumbuhan nilai pembiayaan baru tersebut dikontribusikan dari pembiayaan mobil baru yang nilainya naik 21 persen dan motor bekas yang tumbuh 18 persen dan mobil bekas yang naik 11 persen jika dibandingkan dengan semester pertama tahun lalu.
Willy mengaku, perseroan masih berharap dapat membukukan nilai pembiayaan baru yang cukup baik di tengah perkiraan koreksi pasar sebesar 20 persen hingga 30 persen di semester dua akibat imbas peraturan DP.
(gpr)
Lihat Juga :