Akhir pekan, IHSG dibuka merosot 17 poin
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 10:35 WIB
Akhir pekan, IHSG dibuka merosot 17 poin
A
A
A
Sindonews.com - Mengawali pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini memberikan sinyal negatif dan turun 17 poin. Pelemahan ini menyusul imbas kekecewaan pelaku pasar terhadap European Central Bank (ECB) yang tidak punya langkah nyata dalam melawan krisis utang Eropa.
IHSG dibuka lemah 17,705 poin atau 0,44 persen ke level 4.075,407. Indeks LQ45 juga turun 4,346 poin 0,61 persen ke level 697,758.
Terpantau pukul 10.00 waktu JATS, IHSG terus menurun, berkurang 27,582 poin atau 0,67 persen ke level 4.064,530. Sedangkan Indeks LQ45 melemah 5,455 poin atau 0,78 persen ke level 696,606.
Pergerakan saham terlihat pada tambang melemah 24,75 poin atau 1,2 persen, sektor perdagangan turun 4,69 poin atau 0,7 persen, sektor keuangan melemah 3,42 poin atau 0,6 persen, dan sektor aneka industri melemah 24,48 poin atau 1,9 persen.
Pada pembukaan perdagangan pagi ini, tercatat transaksi sebesar Rp213,616 miliar dari 156,678 juta lembar saham diperdagangkan. Selain itu, investor asing nampak melakukan aksi jual sebesar Rp6,302 miliar. 25 saham menguat, 136 saham melemah, dan 53 saham bergerak stagnan.
Begitu juga dengan pasar Asia, hari ini terpantau merah. Tercatat bursa Nikkei merosot 139.98 poin atau 1.62 persen ke level 8,513.20, Hang Seng turun 177.18 poin atau 0.90 persen ke level 19,513.02, dan Straits Times anjlok 8.08 poin, atau 0.27 persen ke level 3,028.11.
Saham yang menguat di awal perdagangan (top gainers), di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp300 ke Rp24.900, saham Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) naik Rp70 ke Rp1.630, dan saham PT BISI International Tbk (BISI) naik Rp60 ke Rp1.090.
Sedangkan saham yang tercatat melemah (top losers), di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp950 menjadi Rp49.900, saham PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP) turun Rp400 menjadi Rp19.850, dan saham PT Tambang Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp300 menjadi Rp15.000.
IHSG dibuka lemah 17,705 poin atau 0,44 persen ke level 4.075,407. Indeks LQ45 juga turun 4,346 poin 0,61 persen ke level 697,758.
Terpantau pukul 10.00 waktu JATS, IHSG terus menurun, berkurang 27,582 poin atau 0,67 persen ke level 4.064,530. Sedangkan Indeks LQ45 melemah 5,455 poin atau 0,78 persen ke level 696,606.
Pergerakan saham terlihat pada tambang melemah 24,75 poin atau 1,2 persen, sektor perdagangan turun 4,69 poin atau 0,7 persen, sektor keuangan melemah 3,42 poin atau 0,6 persen, dan sektor aneka industri melemah 24,48 poin atau 1,9 persen.
Pada pembukaan perdagangan pagi ini, tercatat transaksi sebesar Rp213,616 miliar dari 156,678 juta lembar saham diperdagangkan. Selain itu, investor asing nampak melakukan aksi jual sebesar Rp6,302 miliar. 25 saham menguat, 136 saham melemah, dan 53 saham bergerak stagnan.
Begitu juga dengan pasar Asia, hari ini terpantau merah. Tercatat bursa Nikkei merosot 139.98 poin atau 1.62 persen ke level 8,513.20, Hang Seng turun 177.18 poin atau 0.90 persen ke level 19,513.02, dan Straits Times anjlok 8.08 poin, atau 0.27 persen ke level 3,028.11.
Saham yang menguat di awal perdagangan (top gainers), di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp300 ke Rp24.900, saham Asuransi Bina Dana Arta Tbk (ABDA) naik Rp70 ke Rp1.630, dan saham PT BISI International Tbk (BISI) naik Rp60 ke Rp1.090.
Sedangkan saham yang tercatat melemah (top losers), di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp950 menjadi Rp49.900, saham PT Indocement Tunggal Prakasa (INTP) turun Rp400 menjadi Rp19.850, dan saham PT Tambang Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp300 menjadi Rp15.000.
(gpr)
Lihat Juga :