Kian lesu, IHSG terlempar dari 4.100
Jum'at, 03 Agustus 2012 - 11:58 WIB
Kian lesu, IHSG terlempar dari 4.100
A
A
A
Sindonews.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diakhir pekan ini kian lesu. Faktor sentimen negatif global yang tak kunjung mereda, membuat investor memilih aksi profit taking sebelum indeks bergerak lebih dalam.
IHSG, Jumat (3/8/2012) sesi I ditutup melemah 19,52 poin ke 4.073,59. Indeks LQ45 turun 3,33 poin ke 698,77 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,39 poin ke 566,03.
Sektor-sektor penopang indeks kompak bergerak di zona negatif tanpa satupun tertinggal di jalur hijau. Indeks pertambangan tercatat mengalami penurunan terdalam yaitu sebesar 16,81 poin disusul sektor perkebunan yang turun 8,99 poin.
Lesunya perdagangan akhir pekan ini terlihat dari statistik perdagangan hingga sesi I ini. Sebanyak 172 saham melemah, dan hanya 66 saham yang berhasil menguat serta 73 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan pun baru mencapai 829,097 juta lembar saham dengan nilai Rp1,106 triliun. Investor asing pun berbondong-bonding melakukan aksi jual dengan angka net selling Rp211,769 miliar.
Bursa regional pun semakin terbenam di zona negatif ditengah kekecewaan investor akan masa depan krisis yang belum jelas. Indeks Nikkei 225 melorot 98,25 poin ke 8.554,93, indeks Hang Seng turun 179,51 poin ke 19.510,69 dan indeks Strait Times turun 3,48 poin ke 3.032,71.
Berikut ini saham-saham yang bergerak menguat (top gainers) diantaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp200 ke Rp24.800, PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik Rp150 ke Rp6.400 dan PT Indosiar Karya Mandiri Tbk (IDKM) naik Rp150 ke Rp5.850.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah (top lossers) diantaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.550 ke Rp49.300, PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) turun Rp400 ke Rp3.800 dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp350 ke Rp14.950.
IHSG, Jumat (3/8/2012) sesi I ditutup melemah 19,52 poin ke 4.073,59. Indeks LQ45 turun 3,33 poin ke 698,77 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,39 poin ke 566,03.
Sektor-sektor penopang indeks kompak bergerak di zona negatif tanpa satupun tertinggal di jalur hijau. Indeks pertambangan tercatat mengalami penurunan terdalam yaitu sebesar 16,81 poin disusul sektor perkebunan yang turun 8,99 poin.
Lesunya perdagangan akhir pekan ini terlihat dari statistik perdagangan hingga sesi I ini. Sebanyak 172 saham melemah, dan hanya 66 saham yang berhasil menguat serta 73 saham bergerak stagnan. Volume perdagangan pun baru mencapai 829,097 juta lembar saham dengan nilai Rp1,106 triliun. Investor asing pun berbondong-bonding melakukan aksi jual dengan angka net selling Rp211,769 miliar.
Bursa regional pun semakin terbenam di zona negatif ditengah kekecewaan investor akan masa depan krisis yang belum jelas. Indeks Nikkei 225 melorot 98,25 poin ke 8.554,93, indeks Hang Seng turun 179,51 poin ke 19.510,69 dan indeks Strait Times turun 3,48 poin ke 3.032,71.
Berikut ini saham-saham yang bergerak menguat (top gainers) diantaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp200 ke Rp24.800, PT XL Axiata Tbk (EXCL) naik Rp150 ke Rp6.400 dan PT Indosiar Karya Mandiri Tbk (IDKM) naik Rp150 ke Rp5.850.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah (top lossers) diantaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.550 ke Rp49.300, PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) turun Rp400 ke Rp3.800 dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp350 ke Rp14.950.
(and)
Lihat Juga :