Petani kedelai diminta perbaiki kualitas
Minggu, 05 Agustus 2012 - 15:00 WIB
Petani kedelai diminta perbaiki kualitas
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menilai Indonesia bisa untuk melakukan swasembada kedelai jika memiliki tekad dan usaha yang kuat. Meski dia mengakui hal tersebut memang tak bisa dilakukan dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Menurutnya permintaan kedelai di Indonesia tak mencukupi dengan hasil produksi sehingga harus mengimpor dari Amerika. Ketergantungan inilah yang harus dipangkas dengan mendorong petani kedelai di dalam negeri untuk mampu menghasilkan kualitas unggul.
"Di Jawa Barat para petani kedelai masih berjalan, tapi memang kualitasnya saja sudah kalah dari Amerika, bayangkan kedelai kita tingginya hanya 50 centimeter, lalu di Amerika sudah 1,5 meter. Bisa bayangkan ukuran kedelainya saja sudah beda, Amerika kualitasnya jauh lebih bagus," paparnya kepada wartawan di Depok, Sabtu sore (4/8/2012).
Karena itu, Ahmad menambahkan, pemerintah bisa mendorong petani untuk memperluas lahan kedelai. Selain itu, petani kedelai juga harus diberi pelatihan untuk menghasilkan bibit unggul ataupun dengan bibit transgenik.
"Bagaimana caranya bisa menghasilkan bibit unggul, produksi masih kurang juga, di Jawa Barat satu hektar paling hanya 2,5 ton, kebutuhan kedelai jauh lebih besar, para petani juga menilai lebih untung menanam padi," tegasnya.
Terkait diversifikasi pangan atau bahan pengganti kedelai, kata dia, Jawa Barat tengah mencoba menggunakannya dengan kacang koro. Bahannya mudah didapat, mudah ditanam, dan kualitas bijinya juga lebih besar.
"Kacang kedelai kan tumbuhnya di iklim subtropis sebenarnya, nah kita tanahnya tropis, kami coba teliti dengan kacang koro, masyarakat Bogor sedang mencoba, mudah-mudahan bisa menjadi tempe yang enak, sebagai bahan subtitusi," tutupnya. (mai)
Menurutnya permintaan kedelai di Indonesia tak mencukupi dengan hasil produksi sehingga harus mengimpor dari Amerika. Ketergantungan inilah yang harus dipangkas dengan mendorong petani kedelai di dalam negeri untuk mampu menghasilkan kualitas unggul.
"Di Jawa Barat para petani kedelai masih berjalan, tapi memang kualitasnya saja sudah kalah dari Amerika, bayangkan kedelai kita tingginya hanya 50 centimeter, lalu di Amerika sudah 1,5 meter. Bisa bayangkan ukuran kedelainya saja sudah beda, Amerika kualitasnya jauh lebih bagus," paparnya kepada wartawan di Depok, Sabtu sore (4/8/2012).
Karena itu, Ahmad menambahkan, pemerintah bisa mendorong petani untuk memperluas lahan kedelai. Selain itu, petani kedelai juga harus diberi pelatihan untuk menghasilkan bibit unggul ataupun dengan bibit transgenik.
"Bagaimana caranya bisa menghasilkan bibit unggul, produksi masih kurang juga, di Jawa Barat satu hektar paling hanya 2,5 ton, kebutuhan kedelai jauh lebih besar, para petani juga menilai lebih untung menanam padi," tegasnya.
Terkait diversifikasi pangan atau bahan pengganti kedelai, kata dia, Jawa Barat tengah mencoba menggunakannya dengan kacang koro. Bahannya mudah didapat, mudah ditanam, dan kualitas bijinya juga lebih besar.
"Kacang kedelai kan tumbuhnya di iklim subtropis sebenarnya, nah kita tanahnya tropis, kami coba teliti dengan kacang koro, masyarakat Bogor sedang mencoba, mudah-mudahan bisa menjadi tempe yang enak, sebagai bahan subtitusi," tutupnya. (mai)
(and)
Lihat Juga :