Dana kelolaan reksa dana saham Rp61,78 T
Senin, 06 Agustus 2012 - 08:56 WIB
Dana kelolaan reksa dana saham Rp61,78 T
A
A
A
Sindonews.com – Total dana kelolaan reksa dana saham per akhir Juli 2012 mencapai Rp61,78 triliun. Nilai tersebut sekitar 35,61 persen dari total dana kelolaan reksa dana pada periode yang sama.
Data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyebutkan, total dana kelolaan reksa dana per akhir Juli tahun ini tercatat sebesar Rp173,96 triliun.Dana kelolaan reksa dana ini meningkat Rp4,04 triliun atau setara 2,38 persen dari posisi bulan sebelumnya Rp169,92 triliun. Analis PT Infovesta Utama Praksa Putrantyo berpendapat, meningkatnya dana kelolaan reksa dana sepanjang Juli tahun ini dibanding periode bulan sebelumnya disebabkan meningkatnya portofolio efek reksa dana.
“Selain itu,kemungkinan aksi subscription (akumulasi) dari para investor reksa dana, yang terlihat dari meningkatnya jumlah unit penyertaan sepanjang Juli meski tidak signifikan,” kata dia kepada SINDO kemarin. Jumlah unit penyertaan reksa dana tercatat bertambah sekitar 910 juta atau 0,87 persen menjadi 105,81 miliar dibanding akhir Juni 2012 sebanyak 104,89 miliar.
Praska menambahkan, naiknya dana kelolaan reksa dana seiring dengan naiknya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Indeks Harga Obligasi Pemerintah. Berdasarkan Infovesta Goverment Bond Index (IGBI), kinerja IHSG naik 4,72 persen dan Indeks Harga Obligasi Pemerintah meningkat 2,1 persen sepanjang bulan lalu. Sementara, kinerja reksa dana saham menguat 4,55 persen, indeks reksa dana pendapatan tetap tumbuh 2,99 persen dan indeks reksa dana campuran naik sekitar 1,63 persen.
Data Bapepam-LK merinci, dana kelolaan reksa dana saham per akhir Juli 2012 tercatat paling besar dibanding jenis instrumen reksa dana lainnya atau mencapai Rp61,78 triliun, reksa dana terproteksi sebesar Rp40,93 triliun atau setara 23,6 persen dari total dana kelolaan reksa dana, reksa dana pendapatan tetap senilai Rp30,79 triliun atau setara 17,74 persen.
Direktur Utama Danareksa Investment Management (DIM) Prihatmo Hari Mulyanto menilai, kinerja reksa dana saham masih prospektif hingga penghujung tahun ini. Krisis global yang terjadi tidak begitu memengaruhi pasar reksa dana dalam negeri.“Pasar modal kita cukup sehat, global tidak terlalu memengaruhi,” ujarnya.
Menurut Hari, kinerja reksa dana berbasis saham sektor konsumsi dan infrastruktur dalam jangka panjang masih positif.Adapun, DIM memiliki reksa dana saham dengan aset dasar saham sektor konsumsi bernama Mawar Konsumer 10, yang sejak diluncurkan telah berhasil melampaui IHSG.
Data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyebutkan, total dana kelolaan reksa dana per akhir Juli tahun ini tercatat sebesar Rp173,96 triliun.Dana kelolaan reksa dana ini meningkat Rp4,04 triliun atau setara 2,38 persen dari posisi bulan sebelumnya Rp169,92 triliun. Analis PT Infovesta Utama Praksa Putrantyo berpendapat, meningkatnya dana kelolaan reksa dana sepanjang Juli tahun ini dibanding periode bulan sebelumnya disebabkan meningkatnya portofolio efek reksa dana.
“Selain itu,kemungkinan aksi subscription (akumulasi) dari para investor reksa dana, yang terlihat dari meningkatnya jumlah unit penyertaan sepanjang Juli meski tidak signifikan,” kata dia kepada SINDO kemarin. Jumlah unit penyertaan reksa dana tercatat bertambah sekitar 910 juta atau 0,87 persen menjadi 105,81 miliar dibanding akhir Juni 2012 sebanyak 104,89 miliar.
Praska menambahkan, naiknya dana kelolaan reksa dana seiring dengan naiknya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Indeks Harga Obligasi Pemerintah. Berdasarkan Infovesta Goverment Bond Index (IGBI), kinerja IHSG naik 4,72 persen dan Indeks Harga Obligasi Pemerintah meningkat 2,1 persen sepanjang bulan lalu. Sementara, kinerja reksa dana saham menguat 4,55 persen, indeks reksa dana pendapatan tetap tumbuh 2,99 persen dan indeks reksa dana campuran naik sekitar 1,63 persen.
Data Bapepam-LK merinci, dana kelolaan reksa dana saham per akhir Juli 2012 tercatat paling besar dibanding jenis instrumen reksa dana lainnya atau mencapai Rp61,78 triliun, reksa dana terproteksi sebesar Rp40,93 triliun atau setara 23,6 persen dari total dana kelolaan reksa dana, reksa dana pendapatan tetap senilai Rp30,79 triliun atau setara 17,74 persen.
Direktur Utama Danareksa Investment Management (DIM) Prihatmo Hari Mulyanto menilai, kinerja reksa dana saham masih prospektif hingga penghujung tahun ini. Krisis global yang terjadi tidak begitu memengaruhi pasar reksa dana dalam negeri.“Pasar modal kita cukup sehat, global tidak terlalu memengaruhi,” ujarnya.
Menurut Hari, kinerja reksa dana berbasis saham sektor konsumsi dan infrastruktur dalam jangka panjang masih positif.Adapun, DIM memiliki reksa dana saham dengan aset dasar saham sektor konsumsi bernama Mawar Konsumer 10, yang sejak diluncurkan telah berhasil melampaui IHSG.
(and)
Lihat Juga :