2016, PLN ekspor listrik ke Malaysia
Senin, 06 Agustus 2012 - 13:52 WIB
2016, PLN ekspor listrik ke Malaysia
A
A
A
Sindonews.com - PT PLN (Persero) berniat untuk mengadu nasib ke negara tetangga, dengan melakukan ekspor listrik ke Semenajung Malaysia sebesar 600 Mega watt (MW) pada 2016.
Direktur Utama PLN, Nur Pamudji mengatakan, rencana tersebut masih dalam tahap renegosiasi harga. "Ekspor ke Semenanjung Malaysia masih dalam tahap negosiasi harga," ujarnya di kantor pusat PLN, Jakarta, Senin (6/8/2012).
Untuk harga jual listriknya, Pamudji menjelaskan, PLN akan memberikan harga jual diatas harga jual listrik di Indonesia. "Yang jelas harganya lebih mahal, dan pastinya menguntungkan. Tidak boleh rugi untuk harga listrik yang akan dieskpor berkisar di antara 9 sen dolar per kwh," jelas Pamudji.
Menurut Pamudji, saat ini PLN masih melakukan ground breaking jaringan listriknya, dimana dananya dibiayai oleh Asian Development Bank (ADB).
Sebelumnya, PT PLN mengaku jumlah listrik yang akan dijual PLN ke Malaysia jauh lebih besar ketimbang listrik yang dibeli oleh perusahaan listrik pelat merah ini dari Malaysia. "Yang dijual jauh lebih besar dari yang dibeli," katanya.
Diketahui, Indonesia juga akan membeli listrik dari Serawak Malaysia. Ia menuturkan, pembelian listrik dari Malaysia ini bakal digunakan untuk elektrifikasi di beberapa wilayah perbatasan yang belum tersambung listrik. “Istilahnya exchange,” ujarnya.
Namun ia enggan menuturkan berapa nilai investasi yang dikeluarkan PLN untuk kemitraan tersebut. Ia mengaku pihaknya dan Malaysia tidak bicara mengenai nilai kontrak tetapi lebih ke arah nilai per kilowatt-hour (kwh).
Direktur Utama PLN, Nur Pamudji mengatakan, rencana tersebut masih dalam tahap renegosiasi harga. "Ekspor ke Semenanjung Malaysia masih dalam tahap negosiasi harga," ujarnya di kantor pusat PLN, Jakarta, Senin (6/8/2012).
Untuk harga jual listriknya, Pamudji menjelaskan, PLN akan memberikan harga jual diatas harga jual listrik di Indonesia. "Yang jelas harganya lebih mahal, dan pastinya menguntungkan. Tidak boleh rugi untuk harga listrik yang akan dieskpor berkisar di antara 9 sen dolar per kwh," jelas Pamudji.
Menurut Pamudji, saat ini PLN masih melakukan ground breaking jaringan listriknya, dimana dananya dibiayai oleh Asian Development Bank (ADB).
Sebelumnya, PT PLN mengaku jumlah listrik yang akan dijual PLN ke Malaysia jauh lebih besar ketimbang listrik yang dibeli oleh perusahaan listrik pelat merah ini dari Malaysia. "Yang dijual jauh lebih besar dari yang dibeli," katanya.
Diketahui, Indonesia juga akan membeli listrik dari Serawak Malaysia. Ia menuturkan, pembelian listrik dari Malaysia ini bakal digunakan untuk elektrifikasi di beberapa wilayah perbatasan yang belum tersambung listrik. “Istilahnya exchange,” ujarnya.
Namun ia enggan menuturkan berapa nilai investasi yang dikeluarkan PLN untuk kemitraan tersebut. Ia mengaku pihaknya dan Malaysia tidak bicara mengenai nilai kontrak tetapi lebih ke arah nilai per kilowatt-hour (kwh).
(gpr)
Lihat Juga :