Dirut PLN sarankan pengusaha bangun smelter besar
Senin, 06 Agustus 2012 - 14:17 WIB
Dirut PLN sarankan pengusaha bangun smelter besar
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji mengaku heran kepada pengusaha tambang karena membangun pemurnian mineral (smelter) sendiri.
"Saya heran kenapa bikin smelter kecil (sendiri)," kata Pamudji di kantornya, Jakarta, Senin (6/8/2012).
Menurut Pamudji, sebaiknya pengusaha mineral melakukan kerja sama untuk membangun smelter yang besar. Dengan begitu, satu smelter bisa digunakan beberapa perusahaan mineral untuk melakukan pemurnian sebelum diekspor.
"Kenapa enggak bikin yang besar seperti konsorsium lima smelter jadi satu?" ungkap Pamudji.
Pamudji menegaskan, tidak semua pengusaha tambang mineral harus memiliki smelter, "Enggak harus semua penambang bikin smelter satu, itu yang buat saya berfikir," tegas dia.
Kepala Divisi Niaga PLN Beni Marbun menambahkan pembangunan smelter dilakukan secara sendiri-sendiri, karena setiap perusahaan tambang memiliki desain smelter sendiri. "PT Modern memiliki desain yang lain, karena bisa mengolah semua yang ada," kata Beni.
Bila selama ini Indonesia hanya mengekspor tanah, maka Beni berharap dengan adanya smelter dapat mengekspor barang mineral selain nikel.
"Selama ini kita ekspor tanah ke China, padahal selain nikel ada kobal yang lebih mahal," tandas Beni.
"Saya heran kenapa bikin smelter kecil (sendiri)," kata Pamudji di kantornya, Jakarta, Senin (6/8/2012).
Menurut Pamudji, sebaiknya pengusaha mineral melakukan kerja sama untuk membangun smelter yang besar. Dengan begitu, satu smelter bisa digunakan beberapa perusahaan mineral untuk melakukan pemurnian sebelum diekspor.
"Kenapa enggak bikin yang besar seperti konsorsium lima smelter jadi satu?" ungkap Pamudji.
Pamudji menegaskan, tidak semua pengusaha tambang mineral harus memiliki smelter, "Enggak harus semua penambang bikin smelter satu, itu yang buat saya berfikir," tegas dia.
Kepala Divisi Niaga PLN Beni Marbun menambahkan pembangunan smelter dilakukan secara sendiri-sendiri, karena setiap perusahaan tambang memiliki desain smelter sendiri. "PT Modern memiliki desain yang lain, karena bisa mengolah semua yang ada," kata Beni.
Bila selama ini Indonesia hanya mengekspor tanah, maka Beni berharap dengan adanya smelter dapat mengekspor barang mineral selain nikel.
"Selama ini kita ekspor tanah ke China, padahal selain nikel ada kobal yang lebih mahal," tandas Beni.
(gpr)
Lihat Juga :