Mendag jamin harga ayam turun pascalebaran
Selasa, 07 Agustus 2012 - 10:54 WIB
Mendag jamin harga ayam turun pascalebaran
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Gita Wirjawan memprediksi harga ayam akan mengalami penurunan pascalebaran nanti. Saat ini ketersediaan ayam produksi nasional kurang lebih dua miliar. Angka tersebut jauh di atas produksi nasional tahun lalu yang hanya antara 1,65 hingga 1,67 miliar ayam.
“Jadinya justru kekhawatiran kita nanti turun setelah Lebaran bisa cukup signifikan, kalau kita tidak jaga stabilitas harga dari sekarang,” kata Gita usai sidak di Pasar Kosambi, Jalan A Yani, Bandung, Selasa (7/8/2012).
Menurutnya, saat ini harga ayam yang biasa dijual Rp32-33 ribu per kilogram turun menjadi Rp27 ribu per kilogram. Sehingga, untuk jelang Lebaran harga ayam akan stabil. “Kalau ayam itu dijamin, yah,” ucapnya.
Namun, untuk menjaga stabilitas harga tersebut, baik sebelum maupun sesudah Lebaran, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan para pemasok maupun peternak yang ada di beberapa tempat. “Kita sudah komunikasi dengan pemasok dan peternakan di pulau Jawa dan di luar, untuk jaga stabilitas,” katanya.
Sementara, Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan yang turut mendampingi Mendag dalam sidak itu, menambahkan hal serupa. Misalnya kekhawatiran pedagang beras akan kenaikan beras pascalebaran, menurutnya tidak akan terjadi. “Engga insyaallah. Kalau beras itu kan tidak elastis. Gejolak sedikitpun kita akan intervensi,” tambah Heryawan.
Lanjut dia, beras berbeda dengan daging ayam atau sapi yang bersifat elastis. Artinya, daging bisa digantikan dengan komoditas pengganti. Sedangkan beras tidak elastis karena tidak bisa digantikan oleh komoditas lain.
“Kan Bulog punya 2,6 juta ton persediaan. Jadi ketika ada gejolak beras kita langsung intervensi. Sebab itu barang tidak elastis,” kata dia.
“Jadinya justru kekhawatiran kita nanti turun setelah Lebaran bisa cukup signifikan, kalau kita tidak jaga stabilitas harga dari sekarang,” kata Gita usai sidak di Pasar Kosambi, Jalan A Yani, Bandung, Selasa (7/8/2012).
Menurutnya, saat ini harga ayam yang biasa dijual Rp32-33 ribu per kilogram turun menjadi Rp27 ribu per kilogram. Sehingga, untuk jelang Lebaran harga ayam akan stabil. “Kalau ayam itu dijamin, yah,” ucapnya.
Namun, untuk menjaga stabilitas harga tersebut, baik sebelum maupun sesudah Lebaran, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan para pemasok maupun peternak yang ada di beberapa tempat. “Kita sudah komunikasi dengan pemasok dan peternakan di pulau Jawa dan di luar, untuk jaga stabilitas,” katanya.
Sementara, Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan yang turut mendampingi Mendag dalam sidak itu, menambahkan hal serupa. Misalnya kekhawatiran pedagang beras akan kenaikan beras pascalebaran, menurutnya tidak akan terjadi. “Engga insyaallah. Kalau beras itu kan tidak elastis. Gejolak sedikitpun kita akan intervensi,” tambah Heryawan.
Lanjut dia, beras berbeda dengan daging ayam atau sapi yang bersifat elastis. Artinya, daging bisa digantikan dengan komoditas pengganti. Sedangkan beras tidak elastis karena tidak bisa digantikan oleh komoditas lain.
“Kan Bulog punya 2,6 juta ton persediaan. Jadi ketika ada gejolak beras kita langsung intervensi. Sebab itu barang tidak elastis,” kata dia.
(gpr)
Lihat Juga :