Paruh Ramadan, kebutuhan uang tunai Rp26,6 T
Selasa, 07 Agustus 2012 - 11:46 WIB
Paruh Ramadan, kebutuhan uang tunai Rp26,6 T
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) mempublikasikan hasil temuannya yang menyebutkan bahwa kebutuhan uang tunai (outflow) selama Ramadan hingga 2 Agustus 2012 diproyeksikan mencapai Rp26,6 triliun secara nasional, dengan rincian Uang Pecahan Kecil (UPK) mencapai Rp3,9 triliun atau 47 persen dari proyeksi.
Sementara temuan lainnya mengungkapkan, Uang Pecahan Besar (UPB) realisasi outflownya baru mencapai Rp22,7 triliun atau 28 persen dari proyeksi.
Direktur Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi A Johansyah mengungkapkan, khusus untuk wilayah Jabodetabek, realisasi kebutuhan uang tunai (outflow) sudah mencapai Rp9,0 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp1,2 triliun merupakan UPK. Sementara sebanyak Rp7,8 triliun adalah UPB .
"Ini berarti pangsa realisasi outflow Jabodetabek mencapai 34 persen dibanding nasional, yakni Rp.9,0 triliun dibandingkan Rp.26,6 triliun," ujarnya pada wartawan di kantornya, Selasa (7/8/2012).
Sebelumnya, selama bulan Ramadan dan Idul Fitri, kebutuhan uang tunai diperkirakan mencapai Rp89,4 triliun. Jumlah ini terdiri dari uang pecahan besar Rp81,1 triliun dan uang pecahan kecil sebesar Rp8,3 triliun.
Sementara temuan lainnya mengungkapkan, Uang Pecahan Besar (UPB) realisasi outflownya baru mencapai Rp22,7 triliun atau 28 persen dari proyeksi.
Direktur Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi A Johansyah mengungkapkan, khusus untuk wilayah Jabodetabek, realisasi kebutuhan uang tunai (outflow) sudah mencapai Rp9,0 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp1,2 triliun merupakan UPK. Sementara sebanyak Rp7,8 triliun adalah UPB .
"Ini berarti pangsa realisasi outflow Jabodetabek mencapai 34 persen dibanding nasional, yakni Rp.9,0 triliun dibandingkan Rp.26,6 triliun," ujarnya pada wartawan di kantornya, Selasa (7/8/2012).
Sebelumnya, selama bulan Ramadan dan Idul Fitri, kebutuhan uang tunai diperkirakan mencapai Rp89,4 triliun. Jumlah ini terdiri dari uang pecahan besar Rp81,1 triliun dan uang pecahan kecil sebesar Rp8,3 triliun.
(gpr)