Batasi penumpang, pendapatan KAI turun 20%

Rabu, 08 Agustus 2012 - 15:27 WIB
Batasi penumpang, pendapatan...
Batasi penumpang, pendapatan KAI turun 20%
A A A
Sindonews.com - Kebijakan PT Kereta Api Indonesia (Persero/KAI) yang membatasi calon penumpang menggunakan indentitas turut mempengaruhi pendapatan perseroan. Untuk menutupi itu, KAI akan memaksimalkan angkutan barang sebagai upaya menutupi penurunan pendapatan tersebut.

Meski calon penumpang kereta api sudah lebih manusiawi ketimbang sebelumnya, seiring kebijakan PT KAI memberlakukan pembatasan penumpang di dalam gerbong, dengan menunjukan identitas per penumpang. Namunm, dari sisi pendapatan usaha PT KAI mengalami penurunan omzet.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Ignasius Jonan mengatakan, seiring kebijakan itu PT KAI mengalami penurunan pendapatan sebesar 20 persen. Hal itu disebabkan jumlah penumpang di dalam gerbong dibatasi atau dengan kata lain sesuai jumlah kursi yang ada di dalam gerbong.

Untuk menutupi penurunan pendapatan tersebut, PT KAI sebagai BUMN jasa angkutan massal menggenjot pendapatan dari angkutan nonpenumpang, yakni meningkatkan angkutan barang. Langkah itu dinilai cukup efektif untuk menutupi penurunan pendapatan di tubuh PT KAI yang sebesar 20 persen.

"Memang kalau pertanyaan bapak apakah ini akan mengurangi pendapatan KAI? Jawabnya iya. Tapi tekad kami itu bukan meningkatkan pendapatan, untuk meningkatkan pelayanan, supaya lebih manusiawi, itu yang menurut kami penting sekali," jelas Ignasius Jonan, Rabu (8/8/2012).

Seperti diberitakan sebelumnya, PT KAI melayani penjualan tiket via online maupun penjualan langsung berdasarkan identitas calon penumpang. Jika calon penumpang kedapatan mendapatkan tiket tidak sesuai identitas dipastikan tidak bisa melakukan perjalanan menggunakan kereta api.
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Tiket Kereta Api...
Harga Tiket Kereta Api Jarak Jauh Naik 40%
KAI Tambah Kereta Jarak...
KAI Tambah Kereta Jarak Jauh, Ini Rincian Rute dan Jadwalnya
KA Lokal Daop I Jakarta...
KA Lokal Daop I Jakarta Masih Belum Operasi hingga 31 Juli 2020
5 KA Jarak Jauh Beroperasi...
5 KA Jarak Jauh Beroperasi dari Daop 1 Jakarta Mulai 3 Juli 2020, Ini Daftarnya
KAI Siapkan Protokol...
KAI Siapkan Protokol Khusus Hadapi Skenario New Normal
Waktu Perjalanan KA...
Waktu Perjalanan KA Akan Singkat dan Jadwal Keberangkatan Berubah, Awas Telat!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved