BI Aceh siapkan uang pecahan Rp1 T
Rabu, 08 Agustus 2012 - 16:39 WIB
BI Aceh siapkan uang pecahan Rp1 T
A
A
A
Sindonews.com - Jelang Idul Fitri 1433 Hijriah, untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan uang pecahan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh menyiapkan Rp1 triliun.
Pecahan yang disiapkan yakni Rp1.000 hingga Rp10.000. Layanan penukaran uang pecahan ini berakhir 16 Agustus mendatang. Untuk mencegah antrean, layanan hanya dibuka pukul 09.00 hingga 12.30 WIB.
Menurut Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh, Joni Marsius Usman, transaksi semakin meningkat jelang hari raya Idul Fitri, bahkan sudah mencapai miliaran rupiah.
"Total uang pecahan yang sudah ditukar masyarakat di Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh mencapai Rp7,6 miliar. Sementara penarikan uang oleh perbankan di Kota Banda Aceh sudah mencapai Rp165,8 miliar," jelas Joni, Rabu (8/8/2012).
Penukaran uang sudah terjadi sejak awal Ramadan, mencapai Rp600 juta setiap harinya. Aktivitas warga menukar uang semakin meningkat, pekan ini sudah mencapai Rp2,2 miliar.
Joni yakin dana yang telah disediakan cukup di Aceh. Namun bila arus pertukaran uang terus meningkat, pihaknya akan meminta uang pecahan ke Perwakilan Regional BI terdekat.
Meningkatnya pertukaran uang pecahan di Aceh merupakan dampak tradisi tahunan, memberikan ampao pada anak-anak saat bersilaturrahmi.
Rahmi, salah seorang ibu rumah tangga di Banda Aceh, mengaku setiap tahun keluarganya menyiapkan Rp2 juta hingga Rp3 juta. "Kebetulan saat pulang ke kampung, di sana banyak anak-anak, jadi kami butuh banyak uang pecahan," jelasnya.
Pecahan yang disiapkan yakni Rp1.000 hingga Rp10.000. Layanan penukaran uang pecahan ini berakhir 16 Agustus mendatang. Untuk mencegah antrean, layanan hanya dibuka pukul 09.00 hingga 12.30 WIB.
Menurut Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh, Joni Marsius Usman, transaksi semakin meningkat jelang hari raya Idul Fitri, bahkan sudah mencapai miliaran rupiah.
"Total uang pecahan yang sudah ditukar masyarakat di Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh mencapai Rp7,6 miliar. Sementara penarikan uang oleh perbankan di Kota Banda Aceh sudah mencapai Rp165,8 miliar," jelas Joni, Rabu (8/8/2012).
Penukaran uang sudah terjadi sejak awal Ramadan, mencapai Rp600 juta setiap harinya. Aktivitas warga menukar uang semakin meningkat, pekan ini sudah mencapai Rp2,2 miliar.
Joni yakin dana yang telah disediakan cukup di Aceh. Namun bila arus pertukaran uang terus meningkat, pihaknya akan meminta uang pecahan ke Perwakilan Regional BI terdekat.
Meningkatnya pertukaran uang pecahan di Aceh merupakan dampak tradisi tahunan, memberikan ampao pada anak-anak saat bersilaturrahmi.
Rahmi, salah seorang ibu rumah tangga di Banda Aceh, mengaku setiap tahun keluarganya menyiapkan Rp2 juta hingga Rp3 juta. "Kebetulan saat pulang ke kampung, di sana banyak anak-anak, jadi kami butuh banyak uang pecahan," jelasnya.
(gpr)