Antam masih minati saham Inalum

Kamis, 09 Agustus 2012 - 19:58 WIB
Antam masih minati saham...
Antam masih minati saham Inalum
A A A
Sindonews.com - PT Antam Tbk (ANTM) kembali menegaskan niatnya untuk mengambil alih saham PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum). Namun, karena beberapa proses yang masih terkendala, ketergantungan diserahkan sepenuhnya ke pemerintah.

Seperti yang diketahui, sesuai dengan aturan, saham yang sebelumnya dimiliki oleh pihak Jepang tersebut akan diambil alih oleh pemerintah. Kemudian pemerintah akan melepas kembali sahamnya secara terbuka di pasar.

"Dari awal kita sudah tegaskan niat untuk mengakuisisi Inalum, dan sampai sekarang belum berubah," kata Direktur Utama Antam, Alwinsyah Lubis, kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (9/8/2012).

Pemerintah menargetkan Oktober mendatang, persoalan Inalum sudah selesai. Sehingga di awal tahun 2013, secara penuh saham tersebut dimiliki oleh pemerintah. "Maka dari itu kita saat ini menunggu keputusan dari pemerintah, saya cukup yakin lah sama pemerintah," lanjutnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Rudi Rubiandini menilai pengambilalihan saham Inalum memiliki dua masalah. Masalah ini dinilai cukup berat dan dapat menganggu keinginan pemerintah menasionalkan produsen alumunium tersebut.

Pertama, jelas Rudi, adalah penyelesaian kewajiban Inalum terhadap beberapa kabupaten di sekitar lokasi proyek. Seperti misalnya dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang diketahui cukup banyak menunggak.

"Masalah kelangsungan Inalum dimana mereka harus menyelesaikan beberapa masalah dengan kabupaten yang harus dibereskan segera," ujar Rudi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dampaknya, menurut Rudi, beberapa pembangunan untuk kebutuhan masyarakat terhenti. Kemudian beasiswa yang sempat dijanjikan, juga belum tersalurkan. "Ini kan mesti dibayar dulu sama perusahaan, kan kasihan rakyat di sana. Supaya tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) juga," jelasnya.

Permasalahan kedua, terkait dengan laporan keuangan perusahaan yang masih dalam tahap proses audit di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hasil audit inipun harus selesai dan dinyatakan tanpa masalah sebelum masa habis kontrak pada Oktober mendatang.

Dua permasalahan ini diharapkan dapat diselesaikan oleh Kementerian Keuangan dengan mencari solusi dengan cepat. "Persoalan ini akan dibereskan oleh Kemenkeu sementara, karena memang harus sesegera mungkin diselesaikan, sebelum 2013 kan. Jadi sekarang tertahan di sana," ucapnya.

Dirinya memastikan, pemerintah sejauh ini sepakat untuk memutuskan kontrak dan tidak akan memperpanjang kontrak dengan pihak Jepang yang sebelumnya sudah mengajukan kembali.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sumbang Negara Rp1,63...
Sumbang Negara Rp1,63 T, Pengamat: Antam Seperti Tak Terpengaruh Covid-19
Transformasi yang Tak...
Transformasi yang Tak Bisa Dilawan, Antam Masuk E-Commerce
Kinerja Positif Antam...
Kinerja Positif Antam Bisa Menjadi Pendongkrak Saham
Cari Emas hingga Nikel,...
Cari Emas hingga Nikel, Antam Habiskan Duit Rp38,11 Miliar di Kuartal III
Zero Fatality di 2022...
Zero Fatality di 2022 Jadi Bukti Antam Menerapkan Tata Kelola yang Baik
Silau Man! Antam Raup...
Silau Man! Antam Raup Rp19 Triliun dari Jualan Emas di 2020
Berita Terkini
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
37 menit yang lalu
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
1 jam yang lalu
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
1 jam yang lalu
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
1 jam yang lalu
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
2 jam yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
3 jam yang lalu
Infografis
Elon Musk Mengkritik...
Elon Musk Mengkritik Jet Tempur Siluman F-35 yang Masih Berpilot
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved