Ramadan, inflasi di Depok tinggi

Jum'at, 10 Agustus 2012 - 06:00 WIB
Ramadan, inflasi di...
Ramadan, inflasi di Depok tinggi
A A A
Sindonews.com - Inflasi di Kota Depok pada bulan Juli terbilang tinggi atau mencapai 0,93 persen. Terlebih lagi, dengan datangnya bulan Ramadan hampir semua bahan pokok mengalami kenaikan harga.

Menurut Kepala Bidang Tata Usaha (TU) Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok, Bambang Pamungkas, kenaikan harga bahan pokok masih dalam tahap wajar dan semua orang memaklumi.

Terlebih lagi, imbuhnya, saat bulan puasa tingkat konsumsi masyarakat akan kebutuhan semakin tinggi.

“Semua orang bisa memahami kalau Ramadhan itu harga barang pada naik. Sudah menjadi tradisi, kalau pegawai ada rejeki mau puasa atau THR. Tapi, kalau pedagang dapatnya dari mana. Salah satunya ya lewat menaikkan harga itu,” terangnya pada wartawan saat ditemui di kantornya, Kamis 9 Agustus 2012 malam.

Bambang menuturkan, kenaikan harga terjadi pada sejumlah bahan pokok seperti telur, tepung, minyak dan lainnya. Menurutnya, salah satu pemicunya adalah banyaknya permintaan di pasar dan ketersediaan barang yang kurang. Untuk itu, sebagai langkah untuk menanggulangi meroketnya harga bahan pokok pemerintah memperbanyak stok di pasaran.

“Jika barang melimpah di pasaran dipastikan harga tidak terlalu berpengaruh. Permintaan tidak bisa dibendung. Tapi, kalau barang melimpah pedagang akan enggan menaikkan barang. Soalnya, banyak yang berdagang dan tentunya menaikkan harga akan menjadi persaingan," tuturnya.

"Tugas pemerintah ya menjamin agar ketersediaan barang tersedia, baik saat ini maupun sampai lebaran nanti. Seperti, ayam, daging, telur itu kan sudah biasa terjadi,” lanjutnya.

Ia menambahkan, dengan jumlah inflasi sebesar 0,93 persen memang tinggi di Jawa Barat. Namun, jika dibandingkan dengan sejumlah kota nilainya inflasi cukup bervariasi seperti di Bogor 0,54 persen, Bekasi 0,83 persen.

“Semua daerah mengalami bulan Ramadan dan kenaikan harga juga sama. Memang nilai inflasi di Depok cukup membaik dibanding dengan lainnya,” pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
52 menit yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
9 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
10 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved