Unitisasi Lapangan Tiung Biru-Jambaran diminta dipercepat
Jum'at, 10 Agustus 2012 - 16:16 WIB
Unitisasi Lapangan Tiung Biru-Jambaran diminta dipercepat
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah meminta agar unitisasi Lapangan Tiung Biru dan Lapangan Jambaran yang masih berada di Blok Cepu dapat mempercepat produksinya. Unitisasi ini bisa memberikan tambahan produksi gas 250 juta kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/mmscfd).
“Kita ingin dipercepat unitisasinya ini, tetapi kita belum tahu kapan. Kan rencana pengembangannya (plan of development/POD) belum disetujui,” kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudi Rubiandini di Jakarta, Jumat (10/8/2012).
Lapangan Jambaran dan Lapangan Tiung Biru berada pada satu lamparan, sebagian Lapangan Tiung Biru masuk dalam wilayah kerja Exxon. PT Pertamina EP dan ExxonMobil masing-masing mempunyai saham 45 persen di Lapangan Jambaran. Sementara di Lapangan Tiung Biru, Pertamina memiliki saham 100 persen. Unitisasi keduanya diharapkan bisa memudahkan dan menghemat biaya untuk proses eksploitasi. "Unitisasi juga untuk mempercepat penanaman investasi sehingga bisa segera berproduksi," tambah Rudi
Dia menambahkan, produksi kedua lapangan ini diperkirakan bisa mencapai 250 mmscfd. Pasokan gas bisa dialirkan ke PT Petrokimia Gresik dan industri di Jawa Timur. Selain itu, pasokan gas tersebut juga bisa digunakan untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan gas oleh industri di Jawa Tengah. Sedangkan diketahui kebutuhan energi ke depan diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar tujuh persen per tahun.
“Apalagi kalau pipa Transjawa sudah jadi, maka gas ini bisa dialirkan kemanapun ada pembeli yang membutuhkan,” ujar dia. Kebutuhan energi ke depan diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar tujuh persen per tahun.
“Kita ingin dipercepat unitisasinya ini, tetapi kita belum tahu kapan. Kan rencana pengembangannya (plan of development/POD) belum disetujui,” kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudi Rubiandini di Jakarta, Jumat (10/8/2012).
Lapangan Jambaran dan Lapangan Tiung Biru berada pada satu lamparan, sebagian Lapangan Tiung Biru masuk dalam wilayah kerja Exxon. PT Pertamina EP dan ExxonMobil masing-masing mempunyai saham 45 persen di Lapangan Jambaran. Sementara di Lapangan Tiung Biru, Pertamina memiliki saham 100 persen. Unitisasi keduanya diharapkan bisa memudahkan dan menghemat biaya untuk proses eksploitasi. "Unitisasi juga untuk mempercepat penanaman investasi sehingga bisa segera berproduksi," tambah Rudi
Dia menambahkan, produksi kedua lapangan ini diperkirakan bisa mencapai 250 mmscfd. Pasokan gas bisa dialirkan ke PT Petrokimia Gresik dan industri di Jawa Timur. Selain itu, pasokan gas tersebut juga bisa digunakan untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan gas oleh industri di Jawa Tengah. Sedangkan diketahui kebutuhan energi ke depan diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar tujuh persen per tahun.
“Apalagi kalau pipa Transjawa sudah jadi, maka gas ini bisa dialirkan kemanapun ada pembeli yang membutuhkan,” ujar dia. Kebutuhan energi ke depan diperkirakan akan mengalami kenaikan sebesar tujuh persen per tahun.
(and)
Lihat Juga :