Bapepam kaji nominasi dan seleksi direksi emiten
Selasa, 14 Agustus 2012 - 07:34 WIB
Bapepam kaji nominasi dan seleksi direksi emiten
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) tengah mengkaji nominasi dan seleksi direksi emiten.
Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkini mengenai pengaturan serta praktik-praktik di dalam kegiatan nominasi dan seleksi anggota dewan komisaris dan direksi di Indonesia.
Ketua Bapepam-LK Ngalim Sawega mengatakan, Bapepam- LK tengah membanding bandingkan praktik pemberian nominasi dan seleksi direksi dan anggota dewan komisaris di Indonesia.
“Kita lihat juga praktik yang terjadi di beberapa negara seperti Korea Selatan, Belanda dan Amerika Serikat,” terang dia dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Dia menyebutkan dari hasil kajian diharapkan dapat memberikan rekomendasi perbaikan pengaturan terkait proses nominasi dan seleksi dewan komisaris dan direksi. Jangka panjang diharapkan dapat menghasilkan dewan komisaris dan direksi yang lebih kompeten.
Selain itu, lanjut dia, hasil dari kajian diharapkan dapat memperbaiki praktik corporate governance di masa mendatang.
Apalagi, sebuah penelitian menyebutkan emiten Indonesia belum maksimalkan pelaksanaan GCG, seperti menginformasikan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan berlaku di website-nya.
Sementara, Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia Isaka Yoga mengaku, tidak semua emiten bisa menjalankan GCG sesuai yang diharapkan.
Ada beberapa kondisi yang menyebabkan hal itu. Antara lain,pindahnya SDM di emiten ke jabatan lain atau ke tempat kerja lain serta sizedari emiten.
Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkini mengenai pengaturan serta praktik-praktik di dalam kegiatan nominasi dan seleksi anggota dewan komisaris dan direksi di Indonesia.
Ketua Bapepam-LK Ngalim Sawega mengatakan, Bapepam- LK tengah membanding bandingkan praktik pemberian nominasi dan seleksi direksi dan anggota dewan komisaris di Indonesia.
“Kita lihat juga praktik yang terjadi di beberapa negara seperti Korea Selatan, Belanda dan Amerika Serikat,” terang dia dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Dia menyebutkan dari hasil kajian diharapkan dapat memberikan rekomendasi perbaikan pengaturan terkait proses nominasi dan seleksi dewan komisaris dan direksi. Jangka panjang diharapkan dapat menghasilkan dewan komisaris dan direksi yang lebih kompeten.
Selain itu, lanjut dia, hasil dari kajian diharapkan dapat memperbaiki praktik corporate governance di masa mendatang.
Apalagi, sebuah penelitian menyebutkan emiten Indonesia belum maksimalkan pelaksanaan GCG, seperti menginformasikan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan berlaku di website-nya.
Sementara, Direktur Eksekutif Asosiasi Emiten Indonesia Isaka Yoga mengaku, tidak semua emiten bisa menjalankan GCG sesuai yang diharapkan.
Ada beberapa kondisi yang menyebabkan hal itu. Antara lain,pindahnya SDM di emiten ke jabatan lain atau ke tempat kerja lain serta sizedari emiten.
(gpr)
Lihat Juga :