Reksa Dana Syariah kelola Rp5,7 T
Selasa, 14 Agustus 2012 - 07:51 WIB
Reksa Dana Syariah kelola Rp5,7 T
A
A
A
Sindonews.com - Total dana kelolaan reksa dana syariah hingga bulan ketujuh tahun ini tercatat sebesar Rp5,78 triliun. Reksa dana syariah berbasis saham memberi kontribusi 34,43 persen dari total dana kelolaan seluruh reksa dana syariah.
Adapun, nilai dana kelolaan reksa dana pada akhir Juli meningkat sekitar 12,89 persen dibanding bulan sebelumnya senilai Rp5,12 triliun.
Analis PT Infovesta Utama Praska Putrantyo mengatakan, naiknya total dana kelolaan reksa dana syariah pada akhir bulan lalu ditopang peningkatan kinerja portofolio efek reksa dana yang tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Indeks Obligasi Pemerintah melalui Infovesta Government Bond Index (IGBI) yang naik masingmasing 4,72 persen dan 2,10 persen sepanjang Juli 2012.
“Selain itu, aksi subscription investor reksa dana syariah pada periode yang sama,“ kata dia kepada SINDO kemarin.
Menurut data Infovesta, terjadi pertambahan jumlah total unit penyertaan reksa dana syariah sekitar 4 persen per Juli 2012. Pertambahan tersebut di luar reksa dana penyertaan terbatas.
Hal tersebut serupa dengan industri reksa dana konvensional yang mengalami kenaikan dana kelolaan sepanjang Juli 2012. Sementara, data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) menyebutkan, dana kelolaan reksa dana per akhir Juli tahun ini mencapai Rp5,78 triliun.
Dana kelolaan reksa dana syariah terbesar dikontribusi dari reksa dana syariah saham mencapai Rp1,99 triliun. Sementara, reksa dana syariah terproteksi mencatat dana kelolaan kedua terbesar senilai Rp1,5 triliun atau sekitar 25,95 persen dari total dana kelolaan seluruh reksa dana syariah.
Reksa dana syariah berbasis campuran mencatat dana kelolaan terbesar ketiga mencapai Rp1,45 triliun atau sekitar 25,09 persen dari total dana kelolaan reksa dana syariah per akhir Juli tahun ini.
Adapun,dana kelolaan reksa dana pendapatan tetap sebesar Rp667,66 miliar atau 11,56 persen dari total dana kelolaan reksa dana syariah dan dana kelolaan reksa dana syariah indeks senilai Rp165,67 miliar atau 2,87 persen dari total dana kelolaan reksa dana pada akhir bulan ketujuh 2012.
Jumlah reksa dana syariah pada akhir bulan ketujuh tahun ini sebanyak 50 reksa dana, terdiri atas reksa dana syariah campuran dan terproteksi masingmasing berjumlah 15, sebanyak 11 reksa dana saham, delapan reksa dana pendapatan tetap dan satu reksa dana syariah indeks.
Jumlah reksa dana pada akhir bulan lalu menurun dibanding bulan sebelumnya sebanyak 52 reksa dana.
Division Head Investment Management Supervision Bapepam-LK Agus Maiyo mengungkapkan, berkurangnya jumlah reksa dana syariah pada akhir bulan lalu karena ada dua reksa dana syariah yang dibubarkan. Kedua reksa dana syariah yang dibubarkan tersebut adalah Capital Syariah Fleksi terbitan Recapital Asset Management dan CIMB Islamic Sukuk I Syariah terbitan CIMB Principal Asset Management.
Presiden Direktur BNP Paribas Investment Patners Vivian Secakusuma menuturkan, instrumen reksa dana syariah hingga saat ini masih menjadi salah satu alternatif investasi bagi para investor.
“Kalau reksa dana syariah tidak bisa memberikan kinerja lebih baik dari reksa dana konvensional, maka investor tidak akan masuk ke sana (reksa dana syariah),” ujarnya.
Pasalnya, Vivian menjelaskan, kalangan investor masih melihat kinerja instrumen investasi ketika melakukan investasi agar memberikan keuntungan lebih baik. Seperti halnya reksa dana konvensional, reksa dana syariah berbasis saham masih prospektif hingga akhir tahun ini, meski fluktuasi di pasar saham juga tinggi.
Adapun, nilai dana kelolaan reksa dana pada akhir Juli meningkat sekitar 12,89 persen dibanding bulan sebelumnya senilai Rp5,12 triliun.
Analis PT Infovesta Utama Praska Putrantyo mengatakan, naiknya total dana kelolaan reksa dana syariah pada akhir bulan lalu ditopang peningkatan kinerja portofolio efek reksa dana yang tercermin dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Indeks Obligasi Pemerintah melalui Infovesta Government Bond Index (IGBI) yang naik masingmasing 4,72 persen dan 2,10 persen sepanjang Juli 2012.
“Selain itu, aksi subscription investor reksa dana syariah pada periode yang sama,“ kata dia kepada SINDO kemarin.
Menurut data Infovesta, terjadi pertambahan jumlah total unit penyertaan reksa dana syariah sekitar 4 persen per Juli 2012. Pertambahan tersebut di luar reksa dana penyertaan terbatas.
Hal tersebut serupa dengan industri reksa dana konvensional yang mengalami kenaikan dana kelolaan sepanjang Juli 2012. Sementara, data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) menyebutkan, dana kelolaan reksa dana per akhir Juli tahun ini mencapai Rp5,78 triliun.
Dana kelolaan reksa dana syariah terbesar dikontribusi dari reksa dana syariah saham mencapai Rp1,99 triliun. Sementara, reksa dana syariah terproteksi mencatat dana kelolaan kedua terbesar senilai Rp1,5 triliun atau sekitar 25,95 persen dari total dana kelolaan seluruh reksa dana syariah.
Reksa dana syariah berbasis campuran mencatat dana kelolaan terbesar ketiga mencapai Rp1,45 triliun atau sekitar 25,09 persen dari total dana kelolaan reksa dana syariah per akhir Juli tahun ini.
Adapun,dana kelolaan reksa dana pendapatan tetap sebesar Rp667,66 miliar atau 11,56 persen dari total dana kelolaan reksa dana syariah dan dana kelolaan reksa dana syariah indeks senilai Rp165,67 miliar atau 2,87 persen dari total dana kelolaan reksa dana pada akhir bulan ketujuh 2012.
Jumlah reksa dana syariah pada akhir bulan ketujuh tahun ini sebanyak 50 reksa dana, terdiri atas reksa dana syariah campuran dan terproteksi masingmasing berjumlah 15, sebanyak 11 reksa dana saham, delapan reksa dana pendapatan tetap dan satu reksa dana syariah indeks.
Jumlah reksa dana pada akhir bulan lalu menurun dibanding bulan sebelumnya sebanyak 52 reksa dana.
Division Head Investment Management Supervision Bapepam-LK Agus Maiyo mengungkapkan, berkurangnya jumlah reksa dana syariah pada akhir bulan lalu karena ada dua reksa dana syariah yang dibubarkan. Kedua reksa dana syariah yang dibubarkan tersebut adalah Capital Syariah Fleksi terbitan Recapital Asset Management dan CIMB Islamic Sukuk I Syariah terbitan CIMB Principal Asset Management.
Presiden Direktur BNP Paribas Investment Patners Vivian Secakusuma menuturkan, instrumen reksa dana syariah hingga saat ini masih menjadi salah satu alternatif investasi bagi para investor.
“Kalau reksa dana syariah tidak bisa memberikan kinerja lebih baik dari reksa dana konvensional, maka investor tidak akan masuk ke sana (reksa dana syariah),” ujarnya.
Pasalnya, Vivian menjelaskan, kalangan investor masih melihat kinerja instrumen investasi ketika melakukan investasi agar memberikan keuntungan lebih baik. Seperti halnya reksa dana konvensional, reksa dana syariah berbasis saham masih prospektif hingga akhir tahun ini, meski fluktuasi di pasar saham juga tinggi.
(gpr)
Lihat Juga :