Transaksi mulai sepi, IHSG diprediksi bergerak mixed
Selasa, 14 Agustus 2012 - 07:58 WIB
Transaksi mulai sepi, IHSG diprediksi bergerak mixed
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Kisaran support-resistance 4.070-4.120.
Menurut Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono hal tersebut dipengaruhi oleh data ekspor China ke Eropa yang mengalami penurunan sebanyak 16 persen dibanding tahun lalu.
"Beberapa ekonom memperkirakan Bank Sentral China akan mengeluarkan kebijakan paling cepat pada pekan ini," ungkapnya di Jakarta, Selasa (14/8/2012).
Purwoko menambahkan, hal ini juga didukung oleh inflasi China pada Juli yang tercatat rendah. Seperti diketahui, China merupakan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia saat ini.
"Selain faktor eksternal, kami melihat pasar juga relatif sepi transaksi menjelang libur panjang Lebaran akhir pekan ini. Terlihat transaksi tercatat hanya Rp3,16 triliun, atau jauh di bawah rata-rata nilai transaksi perdagangan di BEI," tambahnya.
Investor memperkirakan pemerintah China memerlukan kebijakan tambahan untuk menstabilkan ekonomi. Adapun saham pilihan antara lain PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Modernland Realty Tbk (MDLN), dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI).
Menurut Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk Purwoko Sartono hal tersebut dipengaruhi oleh data ekspor China ke Eropa yang mengalami penurunan sebanyak 16 persen dibanding tahun lalu.
"Beberapa ekonom memperkirakan Bank Sentral China akan mengeluarkan kebijakan paling cepat pada pekan ini," ungkapnya di Jakarta, Selasa (14/8/2012).
Purwoko menambahkan, hal ini juga didukung oleh inflasi China pada Juli yang tercatat rendah. Seperti diketahui, China merupakan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia saat ini.
"Selain faktor eksternal, kami melihat pasar juga relatif sepi transaksi menjelang libur panjang Lebaran akhir pekan ini. Terlihat transaksi tercatat hanya Rp3,16 triliun, atau jauh di bawah rata-rata nilai transaksi perdagangan di BEI," tambahnya.
Investor memperkirakan pemerintah China memerlukan kebijakan tambahan untuk menstabilkan ekonomi. Adapun saham pilihan antara lain PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Modernland Realty Tbk (MDLN), dan PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI).
(gpr)
Lihat Juga :