Uniknya harga kedelai
Selasa, 14 Agustus 2012 - 14:17 WIB
Uniknya harga kedelai
A
A
A
Sindonews.com - Permasalahan utama melonjaknya harga kedelai di Indonesia yang terjadi belakangan ini, nyatanya bukan dikarenakan jumlah suplai yang menurun sehingga harga naik. Namun memang lebih pada pengaturan harga kedelai yang cenderung tidak stabil.
Hal tersebut seperti diungkapkan Sekretaris Jendral (Sekjen) Perdagangan, Kementerian Perdagangan, Ardiansyah S Parman dalam acara Public Hearing di gedung Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Selasa (14/8/2012).
"Harga kedelai itu unik. Pagi misalnya, ditanya harganya Rp7.000, nah pas sorenya ditanya lagi sudah berubah lagi Rp7.100. Fluktuasinya terlalu cepat, sehari bisa berubah dua atau tiga kali," ungkapnya.
Apa yang disampaikan Ardiansyah tersebut nyatanya didukung fakta lapangan yang cukup mencengangkan. Saat ditemui Sindonews beberapa waktu lalu, Sanuwun, seorang pengerajin tempe di kawasan kebayoran baru, Jakarta Selatan, mengungkapkan dalam sehari dirinya mengaku kenaikan harga kedelai yang biasa dibelinya di sebuah koperasi sebagai bahan baku tempe buatannya, dapat naik hingga tiga kali dalam sehari.
"Misalnya saya berangkat pagi beli kedelai, nah terus ada temen yang berangkat agak siang beli kedelai juga di tempat yang sama, itu harganya udah beda. Padahal kedelai yang saya beli pagi juga belum mulai diolah," ujar Sanuwun menceritakan bagaimana perubahan harga kedelai terjadi sangat cepat.
Tidak stabilnya harga kedelai di Indonesia rupanya masih menjadi misteri hingga saat ini. Pasalnya masih belum jelas di tataran mana permainan harga kedelai terjadi.
"Ini kita masih belum tau di tataran mana yang bermain harga kedelai, apakah di importir, apakah di supplier atau di sub-supplier," ujar Adriansyah.
Hal tersebut seperti diungkapkan Sekretaris Jendral (Sekjen) Perdagangan, Kementerian Perdagangan, Ardiansyah S Parman dalam acara Public Hearing di gedung Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Selasa (14/8/2012).
"Harga kedelai itu unik. Pagi misalnya, ditanya harganya Rp7.000, nah pas sorenya ditanya lagi sudah berubah lagi Rp7.100. Fluktuasinya terlalu cepat, sehari bisa berubah dua atau tiga kali," ungkapnya.
Apa yang disampaikan Ardiansyah tersebut nyatanya didukung fakta lapangan yang cukup mencengangkan. Saat ditemui Sindonews beberapa waktu lalu, Sanuwun, seorang pengerajin tempe di kawasan kebayoran baru, Jakarta Selatan, mengungkapkan dalam sehari dirinya mengaku kenaikan harga kedelai yang biasa dibelinya di sebuah koperasi sebagai bahan baku tempe buatannya, dapat naik hingga tiga kali dalam sehari.
"Misalnya saya berangkat pagi beli kedelai, nah terus ada temen yang berangkat agak siang beli kedelai juga di tempat yang sama, itu harganya udah beda. Padahal kedelai yang saya beli pagi juga belum mulai diolah," ujar Sanuwun menceritakan bagaimana perubahan harga kedelai terjadi sangat cepat.
Tidak stabilnya harga kedelai di Indonesia rupanya masih menjadi misteri hingga saat ini. Pasalnya masih belum jelas di tataran mana permainan harga kedelai terjadi.
"Ini kita masih belum tau di tataran mana yang bermain harga kedelai, apakah di importir, apakah di supplier atau di sub-supplier," ujar Adriansyah.
(gpr)
Lihat Juga :